Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Strategi Pemenangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2012 di Jakarta Barat

JudulStrategi Pemenangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2012 di Jakarta Barat
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsM, Ikhsan Yusuf
Call NumberPOL.359
Other NumbersF1D008036
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto, Jawa Tengah Indonesia
Year of Publication2015
Date Published03/2015
Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Pemenangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam Menghadapi Pilkada DKI Jakarta Tahun 2012 di Jakarta Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang strategi yang dipakai oleh tim sukses pasangan calon Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Ahok) pada saat Pilkada DKI 2012 dan juga melihat strategi yang dipakai untuk menghadapi isu SARA yang berkembang di masyarakat Jakarta Barat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Sasaran penelitian ini adalah ketua tim pemenangan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja, Bappilu DPC PDIP, Bappilu DPC Gerindra, Bappilu DPC Partai Demokrat, PolMark, ketua tim relawan kotak-kotak dan ketua tim relawan JasMev. Teknik pemilihan Informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, dokumentasi, observasi dan arsip. Untuk validitas data yang digunakan adalah menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil penelitian ini peneliti menemukan bahwa tim sukses Jokowi dan Ahok menggunakan strategi pemasaran politik (political marketing) dalam meraih dukungan dari masyarakat. Tim sukses Jokowi saat kampanye di Jakarta Barat melakukan cara marketing politik yang sesuai dengan teori Sembilan element milik Adman Nursal. Salah satu marketing politik yang paling
berpengaruh dan dilakukan oleh tim sukses Jokowi dan Ahok adalah dengan memanfaatkan unsure media massa (Pull Marketing) sebagai sawrana pembangun opini masyarakat terhadap Jokowi dan Ahok. Delapan elemen lainnya sangat terbantu dengan media massa salah satunya adalah elemen person (figure) yang dapat mengangkat opini masyarkat tentang sosok Jokowi dan Ahok.
Kemudian strategi yang dipakai tim sukses menghadapi isu SARA adalah tidak melakukan apa-apa karena isu SARA itu sendiri menjadi sebuah senjata makan tuan bagi pasangan Foke-Nara. Isu SARA tidak dapat berkembang karena kondisi sosial masyarakat Jakarta Barat yang sudah menjadi sebuah masyarakat multiculturalisme yang sangat toleran dan berbaur dengan antar etnis.

KeywordsIsu SARA, Marketing Politik, Pilkada, strategi
Type of WorkUndergraduate Thesis
Citation Key2115
You are here