Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Akses Jamban Sehat di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas

JudulStrategi Komunikasi Dinas Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Akses Jamban Sehat di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWibowo, Berlianing Tyas Ayu
Call NumberKOM.755
Other NumbersF1C011065
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published12/2015
Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan Dalam Upaya Peningkatan Akses Jamban Sehat di Desa Srowot,Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas serta hambatan apa saja yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan saat melaksanakan perannya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) dan teknik snowball sampling dalam pemilihan informannya. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2009:85). Sedangkan Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel (Sugiyono, 2009: 123)
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi komunikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam upaya peningkatan akses jamban sehat di Desa Srowot antara lain: melakukan pendekatan langsung dengan stakeholder yang melibatkan jaringan lain, melakukan pemicuan hingga perubahan pola perilaku masyarakat agar mencapai ODF (Open Defecation Free) / Bebas Buang Air Besar Sembarangan, melalui bimbingan teknis dalam menentukan anggaran,dan menggunakan pemanfaatan media baik media elektronik maupun media cetak. Hambatan yang ditemui Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam menjalankan perannya adalah masih terdapat beberapa warga yang belum mempunyai kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya sanitasi, kebiasaan memanfaatkan sungai, rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat, minimnya pengetahuan beberapa masyarakat akan pentingnya sanitasi termasuk jamban, dan kinerja peningkatan akses jamban sehat cenderung kurang optimal.

KeywordsDinas Kesehatan, Jamban Sehat, Strategi Komunikasi
Citation Key2553
You are here