Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Strategi Komunikasi Antarpribadi Petugas Lapas Dalam Membina Narapidana Kasus Terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Kedungpane Kota Semarang.

JudulStrategi Komunikasi Antarpribadi Petugas Lapas Dalam Membina Narapidana Kasus Terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Kedungpane Kota Semarang.
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSetyawan, Tyas
Call NumberKOM.571
Other NumbersF1C009059
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2014
Date Published03/2014
Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) memiliki tugas untuk melakukan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) disamping menjalankan fungsinya untuk membuat efek jera pada pelanggar hukum. Tujuannya agar WBP menyadari kesalahannya berlaku pada semua warga binaan termasuk pada WBP kasus terorisme. Komunikasi antarpribadi dipilih karena umpan balik (feedback) langsung didapatkan sehingga memudahkan dalam menetapkan langkah berikutnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling, didapat dua informan utama dan lima informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan petunjuk umum, observasi dengan pola pemeran serta sebagai pengamat, dan penggunaan data resmi. Sumber data menggunakan kata-kata dan tindakan disamping juga menggunakan sumber tertulis serta foto.
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis domain (Domain
Analysis). Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk validitas data.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan Progressive Treatment Program pada pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) termasuk WBP kasus terorisme. Perbedaan perlakuan WBP kasus terorisme terjadi pada penanganan dan strategi komunikasi antarpribadi yang dilakukan petugas. Dalam komunikasi antarpribadinya strategi menggunakan teknik edukatif, informatif, koersif, dan persuasif yang berbeda dengan WBP kasus lainnya. Hambatan yang ada yaitu masih kesulitannya petugas dalam merubah WBP kasus terorisme ketika berbicara tentang masalah ideologi.
Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembinaan yang dilakukan petugas terbukti efektif karena ditandai dengan berjalannya remisi dan Pembebasan Bersyarat (PB) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Saran yang diberikan adalah memperbanyak jumlah pegawai yang berkompeten untuk melakukan pembinaan dengan pendekatan antarpribadi. Saran lainnya adalah adanya penguatan kerjasama antar pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pelatihan pada petugas dan pembinaan pada WBP kasus terorisme.

KeywordsKomunikasi Antarpribadi, Pembinaan Petugas Pada
Citation Key1563
You are here