Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Seks Pra nikah Dikalangan Remaja ( Studi Persepsi Seks Pra nikah dikalangan Pelajar SMA di Purwokerto )

JudulSeks Pra nikah Dikalangan Remaja ( Studi Persepsi Seks Pra nikah dikalangan Pelajar SMA di Purwokerto )
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsFaturachman, Haris Sidiq
Call NumberSOS.889
Other NumbersSOS.889
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published09/2017
Abstract

Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 silam menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia remaja mencapai 43,55 juta (18.33%) yang berada pada umur 10-19 tahun. Sedangkan pada tingkat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Banyumas jumlah penduduk usia remaja berdasarkan Banyumas Dalam Angka mencapai 261.760 (16,10%) Jiwa dari keseluruhan penduduk di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Purwokerto menunjukkan bahwa terdapat 113 pemberian surat dispensasi nikah pada tahun 2015. Surat dispensasi nikah hanya diberikan pada mereka yang belum memiliki cukup umur sesuai undang-undang perkawinan, akan tetapi akan melangsungkan penikahan, hal ini dikarenakan pihak dari perempuan telah hamil terlebih dahulu. Berangkat dari kenyataan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi yang dimiliki pelajar ataupun remaja SMA di Purwokerto mengenai seks pra nikah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif. Data dianalisis melalui tiga langkahyaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Sedangkan validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi remaja SMA di Purwokerto mengenai seks pra nikah beragam dan berbeda antara remaja satu dengan remaja lainnya. Ada remaja yang menganggap bahwa seks pra nikah hanya sebatas hubungan intim atau intercouse dan ada remaja yang menganggap bahwa aktivitas seksual seperti berciuman, petting, necking dan lainnya sudah termasuk dalam seks pra nikah, sehingga mereka memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas seksual tersebut. Selain itu, mengenai penyebab terjadinya seks pra nikah juga beragam mulai dari kemajuan teknologi, hingga pengawasan orang tua yang kurang ketat, dan kurangnya komunikasi anak dan orang tua. Sementara itu remaja memiliki upaya tersendiri agar terhindar dari seks pra nikah, mulai dari memperkuat iman, dan memilih lingkungan pertemanan, hingga perlunya pendidikan seks sejak dini. Hal ini
dikarenakan pendidikan seks di lingkungan keluarga masih dianggap sebagai hal yang tabu
untuk dibicarakan. Implikasi dari penelitian ini adalah segala pihak supaya ikut berperan dalam membentuk persepsi dari remaja mengenai permasalahan seks terutama dari lingkungan
keluarga, sehingga remaja dapat memahami secara benar dalam hal permasalahan seksual dan
nantinya dapat menempatkan seks pada tempat yang seharusnya.

KeywordsSeks Pra Nikah, aktivitas seksual, persepsi
Citation Key3184
You are here