Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Revitalisasi Posyandu dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Balita di Desa Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat.

JudulRevitalisasi Posyandu dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Balita di Desa Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat.
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWardani, Restu
Call NumberANE.744
Other NumbersF1B009066
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2014
Date Published03/2014
Abstract

Masalah kesehatan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah permasalahan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasinya yaitu melalui program revitalisasi posyandu yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang upaya mempertahankan dan meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kemampuan kader, manajemen dan fungsi posyandu. Namun pada kenyatannya program revitalisasi posyandu masih belum berjalan secara optimal. Pemerintah terkesan tidak memperhatikan lagi kelanjutan dari program revitalisasi posyandu tersebut.Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori Sulistyani yang menjelaskan tentang pemberdayaan melalui empat proses pentahapan yang terdiri dari tahap pembentukan kesadaran, tahap transformasi pengetahuan, tahap
peningkatan kemampuan intelektual dan tahap kerja sama. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui program revitalisasi posyandu melalui proses pemberdayaan terhadap kemampuan kader dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita di posyandu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang akan menghasilkan data deskriptif berupa ucapan, tulisan, dan perilaku yang dapat diamati dari data atau orang yang menjadi sasaran penelitian.Riset ini tidak mengkaji secara keseluruhan aspek, tetapi membatasi pada aspekaspek terpilih. Melalui metode penelitian kualitatif ini peneliti berusaha menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terjadi dalam proses pemberdayaan terhadap kader posyandu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita di Desa Rejasari. Teknik pemilihanin forman
menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pelatihan kepada kader posyandu oleh pihak terkait. Masih ada kader posyandu yang tidak mengikuti kegiatan pelatihan dan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam perbaikan sistem pelayanan kesehatan. Selain itu masih minimnya dana untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan kader. Kerja sama antara pemerintah dengan petugas kesehatan seperti bidan dan kader posyandu yang sudah ada selama ini masih belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Health problems faced by Indonesia is ahealth care problem. One of the government's efforts to overcome that is through posyandu revitalization program aimed at empowering communities to support efforts to maintain and improve the nutritional status and health of mothers and children through increased ability cadre, management and functions posyandu. But in reality posyandu revitalization program is still not running optimally. The government does not pay attention any more impressed continuation of the revitalization program posyandu.
The theory used inthis study, Sulistyani theory that describes the process of empowerment through four phases comprising the step of forming the awareness,knowledge transformation stage, stage and phase of upgrading of intellectual partnership. The purpose of this study was to determine the revitalization of the neighborhood health center program through a process of empowerment of the ability of cadres to improve health services for mothers and infants in posyandu.
The method used in this research is descriptive qualitative method, which will generate descriptive data in the form of speech, writing, and behavior that can be observed from the data or the person who is the target of research. This research did not examine the overall aspects, but limit on selected aspects.
Through this qualitative research method research trying to depict or describe the phenomena that occurin the process of empowerment for posyandu cadres in improving health services for mother sand young children in the village Rejasari.
Informant selection techniques using purposive sampling. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation. The analytical method used is interactive model Milles and Huberman and validity of the data was tested by triangulation.
The results showed that the lack of training of cadres posyandu by there lated parties. There are still posyandu cadres who did not follow the activities of training and public awareness is still low in the improvement of the health care system. In addition there are lack of funds to conduct out reach and training cadres. Cooperation between the government and health workers such as midwives and cadres posyandu existing so far has not shown significant results.

Keywords: ability of cadre, posyandu empowerment, posyandu revitalization

Keywordskemampuan kader, pemberdayaan posyandu, revitalisasi posyandu
Citation Key1586
You are here