Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Resistensi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Bandara Internasional

JudulResistensi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Bandara Internasional
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsYunior, Annurdiyanto
Call NumberSOS.705
Other NumbersF1A010044
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published03/2015
Abstract

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menetapkan visi pembangunannya yaitu “Masyarakat Kabupaten Kulonprogo Yang Maju, Mandiri, Sejahtera Lahir Dan Batin”. Hal ini dibuktikan oleh adanya persetujuan aliran dana APBN untuk pembangunan Bandara Internasional pengganti Bandara Adisutjipto di wilayah Temon Kulonprogo. Warga yang tanahnya akan digunakan untuk proyek bandara Internasional tersebut, ternyata pada umumnya mereka memilih menolak pembangunan bandara sehingga menimbulkan resistensi (perlawanan) dari masyarakat penolak pembangunan bandara.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui dan memahami perilaku masyarakat dalam menghadapi rencana pembangunan bandara, sehingga diperoleh gambaran bagaimana faktor dan bentuk dari resistensi yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak setuju dengan adanya rencana pembangunan bandara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow bahwa setiap diri manusia itu terdiri atas lima kebutuhan. Teori ini didukung oleh pendapat David Mc.clelland yang mengungkapkan bahwa dorongan untuk mencapai keberhasilan merupakan motif yang penting untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam berusaha. Kemudian teori strukturasi dari Giddens, yang menyatakan bahwa hubungan pelaku (agency) dan struktur merupakan dualitas, sentralisasi waktu (time) dan ruang (space). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan informan sebanyak tujuh orang.
Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan faktor-faktor resistensi. Pertama, bentuk resistensi yang terdapat dua bentuk yaitu resistensi tertutup dan terbuka. Masing-masing dari bentuk bentuk resistensi terbuka ialah Menolak relokasi, Memasang spanduk dan pamphlet serta kentong titir, Melakukan blockade jalan, pencabutan pathok, penyegelan balai desa dan pembakaran posko, dan membubarkan kegiatan warga yang didalamnya terdapat keterlibatan pemerintah dan PT. Angkasa Pura. Sedangkan resistensi tertutup yaitu mengomel dan membicarakan petugas, menggelar doa bersama, negosiasi kepemerintah daerah. Kedua, faktor pendorong resistensi diantaranya faktor ketidakpuasan terhadap kebijakan pembangunan bandara, faktor ekonomi, faktor budaya.

Keywords-
Citation Key2140
You are here