Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Representasi Kekuasaan Anime One Piece (Studi Tentang Otoritarianisme Dan Penindasan Bangsawan Tenryuubito)

JudulRepresentasi Kekuasaan Anime One Piece (Studi Tentang Otoritarianisme Dan Penindasan Bangsawan Tenryuubito)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsHartono, Rizky Agung
Call NumberSOS.891
Other NumbersF1A012045
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published09/2017
Abstract

One Piece merupakan Manga dan juga Anime paling populer di seluruh dunia. Kesusksesan One Piece berawal dari tahun 1997 di Jepang dan masih berlanjut sampai saat ini. One Piece merupakan karya fiksi Eiichiro Oda yang bercerita tentang seorang remaja (Luffy) yang ingin mewujudkan cita-citanya untuk mengarungi lautan dan menjadi seorang raja bajak laut. Banyak hal menarik dalam cerita One Piece, salah satunya adalah penokohan, dimana penokohan dalam cerita One Piece memiliki keunikan dan sangat beragam. Tokoh yang menarik bagi peneliti adalah Tenryuubito. Tenryuubito merupakan bangsawan tingkat tinggi dunia di dalam dunia One Piece yang memiliki kekuasaan tak terbatas dan sangat luas, akan tetapi kekuasaan yang didapat Tenryuubito sangat bertolak belakang dengan logika berkuasa di dalam dunia One Piece. Kontradiksi antara kekuasaan yang dimiliki Tenryuubito dengan logika berkuasa di dalam dunia One Piece menjadi perhatian peneliti. Peneliti berusaha mencari tahu kekuasaan, otoritarianisme dan bentuk-bentuk penindasan yang direpresentasikan di dalam Anime One Piece. Penelitian ini menggunakan teori kekuasaan milik Michel Foucault. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dan memakai analisis narasi struktural milik Vladimir Propp. Proses penelitian berawal dari pengumpulan data berupa scene yang menayangkan cerita Tenryuubito, kemudian dilanjutkan ke tahap analisis data dan interpretasi data. Hasil yang didapat kemudian disajikan secara deskripsi kualitatif kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa One Piece tidak hanya menjadi sarana hiburan semata akan tetapi di balik jalan ceritanya yang luas terdapat unsur-unsur dunia nyata yang direpresentasikan di dalamnya seperti kekuasaan dan otoritarianisme. Kedua hal tersebut melekat pada tokoh Tenryuubito yang digambarkan sebagai salah satu penguasa di dalam dunia One Piece. Di dalam Anime One Piece terdapat beberapa scene yang sangat menunjukan bahwa Tenryuubito seorang yang otoritarian dan kerap kali menggunakan kekuasaan yang dimiliki dengan semena-mena tanpa memikirkan orang lain. Dalam kepemimpinannya Tenryuubito ditampilkan selalu melakukan tindak kekerasan terhadap siapa saja yang ditemuinya. Beberepa bentuk kekerasaan yang sering dilakukan Tenryubito adalah merendahkan orang lain, melukai serta membunuh. Kesemena-menaan inilah yang mengakibatkan penindasaan bagi tokoh lain di dalam dunia One Piece. Adanya konten dewasa dalam Anime One Piece membuktikan bahwa Anime tidak serta-merta baik untuk disajikan kepada anak tanpa pengawasan orang tua. Maka dari itu seharusnya orang tua bisa lebih selektif dan lebih memperhatikan tontonan bagi anaknya.

KeywordsMichel Foucault, One Piece, Otoritarianisme, Tenryuubito, kekuasaan
Citation Key3186
You are here