Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

PROSES KOMUNIKASI TERAPEUTIK YANG DILAKUKAN PERAWAT KEPADA PASIEN GANGGUAN JIWA DEPRESI HALUSINASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

JudulPROSES KOMUNIKASI TERAPEUTIK YANG DILAKUKAN PERAWAT KEPADA PASIEN GANGGUAN JIWA DEPRESI HALUSINASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSP, PRAMUDYA ANGGUN
Call NumberKOM.464
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2012
Date Published12/2012
Abstract

Tenaga kesehatan adalah orang yang bekerja di bidang kesehatan misalnya dokter, perawat, bidan, dan terapis. Komunikasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan pasien disebut dengan komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien Di Indonesia peningkatan gangguan jiwa cukup banyak, RSUD Banyumas merupakan tempat rujukan bagi penderita gangguan jiwa
Skripsi ini mengambil judul “ Proses Komunikasi Terapeutik yang Dilakukan Perawat Kepada Pasien Gangguan Jiwa Depresi Halusinasi di RSUD Banyumas” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat kepada pasien gangguan jiwa depresi halusinasi, menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis interaktif, dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat kepada pasien gangguan jiwa di RSUD Banyumas dimulai dari memberikan salam dan senyum, kemudian perawat memperkenalkan diri pada pasien, dan perawat mencoba mendapatkan respon dari pasien. Setelah pasien memberikan respon terhadap komunikasi yang dilakukan oleh perawat mulai ada interaksi diantara keduanya. Ketika perawat dan pasien sudah dapat berinteraksi dengan baik mulailah perawat melakukan Strategi Pelaksanaan / SP dimulai dari SP1. Untuk Pasien gangguan jiwa depresi halusinasi terdiri dari empat strategi pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap atau biasa disebut SP4.
Dalam proses interaksi terjadi transaksi antara perawat dengan pasien, perawat dapat memperoleh pengetahuan tentang diri pasien sehingga memudahkan dalam mengkaji pasien dan memperlancar proses komunikasi terapeutik, sedangkan bagi pasien akan mendapatkan pengetahuan bagaimana cara untuk membantu kesembuhan diri. Pada pertemuan berikutnya berdasarkan kontrak ulang untuk melanjutkan ke SP2 perawat harus melakukan pengkajian kembali dari catataan-catatan hasil SP1, apabila SP1 sudah bisa dilaksanakan dengan baik maka akan dilanjutkan dengan SP2 dan seterusnya sampai SP4.

KeywordsInteraksi, Komunikasi Terapeutik, kontrak ulang ix, respon, transaksi
Citation Key1142
You are here