Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

POLITIK LINGKUNGAN DAN PARIWISATA: Pengembangan Wisata Hutan Mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap

JudulPOLITIK LINGKUNGAN DAN PARIWISATA: Pengembangan Wisata Hutan Mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWicaksana, Muhammad Agum
Call NumberPOL.537
Other NumbersF1D011061
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published06/2018
Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap dalam kerangka politik lingkungan dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan upaya dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan; 2) mengetahui dan menjelaskan pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan; 3) memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan. Melalui paradigma konstrukstivisme dan perspektif strukturalisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan berlokasi di wilayah Kabupaten Cilacap, situs penelitian ini meliputi Kawasan Laguna Segara Anakan yang berada di Kecamatan Kampung Laut. Hasil penelitian mengungkapkan kenyataan bahwa kegiatan politik lingkungan dan pariwisata melalui pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap dengan cara mengembangkan produk wisata, sumber daya manusia, promosi, dan infrastruktur. Dalam hal ini aktor-aktor yang terlibat adalah: 1) Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelolaan Sumber Daya Kawasan Segara Anakan; 2) kelompok tani; 3) kelompok sadar wisata; dan 4) swasta. Namun demikian, dari aktor-aktor yang terlibat tidak saling terkoordinasi dan berjalan masing-masing. Sedangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan wisata hutan mangrove di Kawasan Segara Anakan. Faktor-faktor pendukung tersebut adalah: 1) Potensi alam yang dimiliki hutan mangrove Segara Anakan; 2) Letak Kawasan Laguna Segara Anakan yang strategis; 3) Kebijakan yang dikeluarkan Pemda Cilacap; 4) Adanya laboratorium mangrove di Desa Ujung Alang. Selain itu terdapat faktor yang menghambat pengembangan wisata hutan mangrove Segara Anakan. Faktor penghambat tersebut adalah 1) Tidak saling terkoordinasinya antar aktor yang terlibat dalam upaya pengembangan; 2) Permasalahan lingkungan yakni sedimentasi perairan Segara Anakan; 2) Banyaknya sampah di perairan Segara Anakan; 3) Penggunaan Jaring Apung; 4) Penebangan Liar Hutan Mangrove; 5) Permasalahan SDM ; 6) Belum adanya Kebijakan Khusus dari Pemda Cilacap; 7) tarik ulur kepentingan terkait permasalahan status Pulau Nusakambangan.

KeywordsPariwisata, Pengembangan, Politik Lingkungan, Politik Pariwisata
Citation Key3429
You are here