Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pola Komunikasi Orang Tua dengan Remaja Laki-Laki Feminin di SMK Negeri 3 Purwokerto

JudulPola Komunikasi Orang Tua dengan Remaja Laki-Laki Feminin di SMK Negeri 3 Purwokerto
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsHidayati, Nur Afni
Call NumberKOM.659
Other NumbersF1C010034
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published03/2015
Abstract

Feminin pada remaja laki-laki merupakan suatu fenomena terkait dengan kepribadian seseorang. Sedangkan usia remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa transisi ini seseorang sangat memerlukan pengawasan dari orang tua. Karena dalam kondisi ini akan memposisikan individu berada pada tahap pencarian jati diri. Apabila tidak mendapat pengarahan dari orang-orang terdekat terutama orang tua, dikhawatirkan individu tersebut akan terjerumus mengarah pada tindak penyimpangan. Pengarahan yang diberikan oleh orang tua akan melalui suatu pola komunikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui Pola Komunikasi Orang Tua dengan Remaja Laki-Laki Feminin di SMK Negeri 3 Purwokerto.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah keluarga khususnya orang tua dan remaja laki-laki feminin. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengembangan validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi pluralistik dalam keluarga akan menciptakan seorang anak yang terbuka dan apa adanya. Seperti pada orang tua yang menganggap sisi feminin merupakan bentuk ekspresi dan suatu proses dalam menuju kedewasaan. Sedangkan dalam pola komunikasi protektif, orang tua menganggap sisi feminin pada remaja laki-laki merupakan hal yang harus diubah. Dalam penerapannya pola komunikasi ini dapat menciptakan karakter anak yang cenderung tertutup ketika di lingkungan keluarga demi menghindari perselisihan dalam keluarga, tetapi akan menunjukkan sisi femininnya saat berada di luar.
Hambatan yang terjadi dalam proses penyampaian stimulus yaitu ketika anak menerima nasehat dari orang tua cenderung mengarah kepada response sementara. Hal ini disebabkan karena tidak adanya feedback (umpan balik) yang diberikan anak kepada orang tua mengenai tindakan apa yang akan dia lakukan. Selain itu, kurangnya pemahaman orang tua mengenai karakter anak dan moment yang kurang tepat saat memberi nasehat akan menimbulkan proses komunikasi yang dilakukan kurang tepat sasaran.

Keywordspola komunikasi orang tua, remaja laki-laki feminin
Citation Key2159
You are here