Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Perilaku Pemilih Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati Incumbent Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Pasinggangan Banyumas

JudulPerilaku Pemilih Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati Incumbent Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Pasinggangan Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsNoviyana, Iyan
Call NumberKOM.539
Other NumbersF1C009082
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2014
Date Published2/2014
Abstract

Pemilih, media komunikasi politik dan kontestan politik merupakan objek
yang sangat penting dalam pemilahan umum kepala daerah. Melihat keterkaitan
ketiga hal tersebut maka hal itu merupakan urgensi yang sangat penting dalam
perilaku pemilih. Pemilukada Banyumas 2013-2018 memberikan dinamika politik
dalam hasil Pemilukada yang telah diselenggarakan. Peferensi pemilihlah yang akan
menjadikan pemilih memutuskan pilihannya untuk tetap setia memilih atau berubah
terutama pada pasangan incumbent selain itu media dan bentuk komunikasi politik
pun mempengaruhi keputusan pemilih. Dengan mengambil judul “Perilaku Pemilih
Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati
Incumbent dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa
Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan
Kecamatan Banyumas)” maka penelitin ini bertujuan untuk mengetahui perilaku
pemilih setia dan berubah pada pasangan Mardjoko dalam Pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati Banyumas 2013 – 2018 serta media dan bentuk komunikasi apa yang
paling efektif dalam mempengaruhi pilihan pemilih dalam memilih Mardjoko.
Lokasi penelitian bertempat di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan
Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis dari
Miles dan Huberman. Data yang dikumpulkan diperoleh dengan menggunakan
metode wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan
menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan triangulasi sumber
sebagai uji validitas data.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Perilaku pemilih Mardjoko
yang setia pada Pemilukada Banyumas 2013 dapat dikategorikan sebagai pemberi
suara berdasarkan psikologis sosial. Mereka memilih Mardjoko kembali karena
didasarkan atas orientasi kandidat 2) Perilaku pemilih Mardjoko yang pindah haluan
dikategorikan sebagai pemberi suara responsif. Terdapat kekecewaan-kekecewaan
personal yang membuat mereka pindah haluan 3) Bentuk komunikasi politik yang
efektif ketika melakukan kampanye yaitu dengan melakukan penggabungan antara
model pendekatan kampanye interpersonal dan model kampanye penggunaan media
massa. Untuk mempertahankan para pemilih sebelumnya sebaiknya para calon kepala
daerah dalam pemilihan umum yang berstatus incumbent ketika menjabat
menunjukan kualitas, kompetensi dan integritas pribadi. Selain itu, sebaiknya ketika
kampanye yaitu menggunakan pendekatan interpersonal (komunikasi dialogis)
dengan mengkombinasikan penggunaan media informasi canggih yang harus
disesuaikan dengan target pemilih itu sendiri agar informasi yang disampaikan dapat
diterima dan mempengaruhi pemilih dengan baik juga tepat sasaran.
SUMMARY
Political communication media, voter and candidate of regent are very
important things in public election. The result of Banyumas Election 2013 -2018
gives a political dynamics in society. The voters will choose to be loyal or swing
voter towards the incumbent one based on their tendency and the effect of political
communication media. By taking the title “Voter’s Behavior in Banyumas Election
2013 (A Case Study at Incumbent’s Voter in Kecamatan Patikraja Included Desa
Notog and Sidabowa, and Kecamatan Banyumas Included Desa Kejawar and
Pasinggangan), thus this research has the aims to know the voter’s behavior towards
the incumbent, Mardjoko, in the election of Regent and Vice Regent of Banyumas
2013 – 2018 and the most effective media used by the incumbent one in influencing
the voter to choose him.
The locations in conducting this research are in Kecamatan Patikraja
included Desa Notog and Sidabowa, and Kecamatan Banyumas included Desa
Kejawar and Pasinggangan. The research design used in this research is descriptive
qualitative by using Miles’ and Huberman’ model as the technique of data analysis
and deep interview method and documentation as techniques of data collection. The
informant chosen by using the purposive sampling with triangulation source as data
validation.
Based on the result of this research, the researcher can conclude that 1) loyal
voter in Banyumas Election 2013 can be categorized as social psychological voter
whose choosing Mardjoko based on the incumbent’s orientation 2) swing voter
whose choosing the other candidates are categorized as responsive voter who are
unsatisfied towards the incumbent’s performance during become Banyumas regent 3)
the most effective political communication media in promoting is mixed media which
is use interpersonal promotion approach and mass campaign. In order to keep the
voter to re-choose the incumbent, he or she should show the best quality, competence,
and self-integrity, and in the other hand, when they do a campaign, they should use a
combination method between interpersonal approach (dialogue communication) and
mass media which are suitable with the target constituent. This is very useful to make
the information delivered become acceptable and can influence well also appropriate
to the constituent.
Keywords: Behavior, Loyal Voter, Swing voter, incumbent and Banyumas election

KeywordsIncumbent dan Pemilukada Banyumas, Pemilih Pindah Haluan, Pemilih Setia, Perilaku
Citation Key1495
You are here