Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Perempuan Syiah Dan Gerakan Sosial Baru: Perjuangan Kebebasan Beragama Muslimah Ahlulbait Indonesia Di Jakarta

JudulPerempuan Syiah Dan Gerakan Sosial Baru: Perjuangan Kebebasan Beragama Muslimah Ahlulbait Indonesia Di Jakarta
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAliyah, Giani
Call NumberPOL.523
Other NumbersF1D01205
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of PublicationSubmitted
Date Published03/2018
Abstract

Penelitian ini membahas tentang gerakan perempuan Syiah melalui organisasi Muslimah Ahlulbait Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan beragama di Jakarta.Hal ini dikarenakan, keberadaan Syiah sebagai salah satu mazhab dalam Islam mengalami diskriminasi di tengah mazhab mainstream yang ada di Indonesia, yaitu Sunni. Diskriminasi terhadap kelompok Syiah di Indonesia termanifestasi dalam bentuk double stereotyping terutama bagi perempuan Syiah. Maka dari itu, fokus kajian diarahkan pada proses dan capaian gerakan dari Organisasi Muslimah Ahlulbait Indonesia untuk mendapatkan hak-hak kebebasan beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai gerakan perempuan Syiah melalui organisasi Muslimah Ahlulbait Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak kebebasan beragama di Jakarta.Untuk memenuhi tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma kritis sebagai ruh penulisan hasil dan pembahasan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkanbahwa gerakan perempuan Syiah melalui organisasi MAI dalam memperjuangkan kebebasan beragama di Jakarta merupakan bentuk dari gerakan reformis.Karena, gerakan perempuan Syiah melalui organisasi MAI lahir sebagai reaksi dari adanya inkonsistensi pemerintah dalam melindungi hak kebebasan beragama bagi kelompok minoritas seperti Syiah.Karena gerakan MAI berada dalam tataran ingin mengubah inkonsistensi pemerintah dalam melindungi HAM dan nilai terkait kebebasan beragama menjadi isu utama.Dalam proses gerakannya sendiri, MAI menggunakan beberapa strategi diantaranya adalah selain memperkuat infrastruktur organisasi melalui rekruitmen dan penyebar luasan wilayah cakupan organisasi, MAI juga melakukan strategi networking dengan membentuk jaringan dengan aktoraktordan organisasi sosial yang dianggap berpengaruh seperti Sinta Wahid, KOWANI, HKTI, Pihak Kementerian PP&PA, akademisi dari UI, UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Paramadina. Selain itu, penerapan prinsip taqiyah juga dapat dikatakan merupakan strategi kulit bawang yang dilakukan MAI dalam membungkus program-program yang dilakukan, meskipun memang prinsip taqiyah sendiri merupakan penegasan dari dampak minimnya perlindungan negara terhadap kebebasan beragama.Dari sisi mobilisasi sumberdaya berupa materil dan non-materil juga diupayakan MAI meski segalanya belum dalam bentuk tetap dan mandiri. Kesimpulan penelitian ini adalah gerakan yang dilakukan Organisasi Muslimah Ahlulbait Indonesia berjuang demi menghilangkan stereotyping di masyarakat yang seringkali berujung pada aksi diskriminatif dan pembatasan terhadap kebebasan beragama.Perjuangan ini dilakukan untuk mendapatkan perlindungan dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan mazhab Syiah.Meskipun setelah berjalan 3 tahun pergerakan MAI belum mencapai tujuan utama yang dinginkan karena belum kuatnya infrastruktur organisasi MAI sendiri dan berbagai kendala dari lingkungan eksternal lainnya.

KeywordsGerakan Perempuan Syiah, Kebebasan Beragama, Muslimah Ahlulbait Indonesia
Citation Key3367
You are here