Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Perempuan Dalam Dunia Kerja Maskulin (Studi Tentang Polisi Wanita Satuan Reskrim Di Kepolisian Resor Banyumas Jawa Tengah)

JudulPerempuan Dalam Dunia Kerja Maskulin (Studi Tentang Polisi Wanita Satuan Reskrim Di Kepolisian Resor Banyumas Jawa Tengah)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAfriliyani, Lita Dwi Nur
Call NumberSOS.982
Other NumbersF1A014017
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published09/2018
Abstract

Perempuan dalam masyarakat ditempatkan pada ranah domestik dan diberikan label feminin. Namun seiring perkembangan zaman, perempuan mulai banyak yang memasuki ranah publik bahkan yang dikonstruksikan maskulin. Banyaknya perempuan yang menjadi polwan, membuktikan bahwa mereka mampu menumpas tabu akan konstruksi yang selama ini dibangun dalam masyarakat. Dalam pekerjaannya, polwan dituntut memiliki kedua sifat maskulin dan feminin dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dan mendeskripsikan konsep diri yang terbentuk dalam diri Polwan Satreskrim ketika harus memposisikan dirinya di antara tuntutan sifat maskulinitas dengan tuntutan feminitas dalam dunia pekerjaannya, serta bentuk hambatan dan dampak yang diterimanya akan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori gender dan konsep self milik George Herbert Mead sebagai pisau analisisnya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utamanya yaitu 5 orang polwan yang tergabung di Unit Satreskrim Polres Banyumas Jawa Tengah, serta informan pendukung yaitu 3 polisi laki-laki yang tergabung pada unit yang sama. Analisis data menggunakan cara Miles& Huberman yaitu interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data yang diperoleh dirasa sudah jenuh. Model analisis terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan peran dan tanggung jawab yang harus dipikul polwan Satreskrim berbeda dengan unit lainya dalam dunia kepolisian. Polwan di unit ini harus memiliki dedikasi, tenaga dan waktu yang lebih untuk dikorbankan dan mereka harus memiliki dua karakteristik sifat maskulin dan feminin dalam dirinya guna kepentingan bertugas. Tuntutan tersebut ternyata tidak mengubah konsep dirinya sebagai perempuan dengan segala sisi feminitas yang telah melekat padanya. Namun, polwan sadar bahwa dirinya adalah perempuan yang bekerja pada ranah maskulin. Oleh karena itu, mereka mendefinisikan maskulinitas menurut caranya sendiri, seperti tumbuh menjadi seorang perempuan yang pemberani, tegas, disiplin, lebih menyukai sesuatu hal yang simple, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Hambatan yang dilalui polwan ketika menempatkan kedua sisi maskulin dan feminin dalam pekerjaannya, yaitu sulit menemukan jati diri yang sesungguhnya, seringkali menerima perlakuan dan ucapan yang kurang menyenangkan, hingga adanya konflik internal dalam dirinya. Sementara dampaknya membuat mereka kurang memiliki waktu untuk keluarga, bagi yang sudah menikah pengurusan sektor domestik sedikit terabaikan, sifat maskulin terbawa di dalam kehidupan, hingga muncul konsep diri yang unik berdasarkan pengalamannya selama bergabung di dunia kepolisian.

KeywordsFeminin., gender, Maskulin, Polisi Wanita
Citation Key3509
You are here