Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Peran Orang Tua Dalam Pernikahan Dini di desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo

JudulPeran Orang Tua Dalam Pernikahan Dini di desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsFarida, Ana
Call NumberSOS.671
Other NumbersF1A010060
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published01/2015
Abstract

Pernikahan dini merupakan sebuah perkawinan di bawah umur yang target
persiapannya belum dikatakan maksimal, baik secara fisik, mental dan materi (Dlori,
M. 2005: 5). Usia yang masih sangat muda tersebut dan fisik serta pemikiran yang
belum dewasa mengharuskan orang tua berperan dalam pernikahan dini, karena
mengingat banyaknya hal yang akan ditimbulkan akibat menikah pada usia muda.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan orang tua
menikahkan anak perempuannya pada usia muda di Desa Pesodongan dan
mendeskripsikan peran orang tua dalam kehidupan rumah tangga anaknya yang
menikah pada usia dini di Desa Pesodongan. Penelitian ini mengambil lokasi
penelitian di Desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo dengan
menjadikan informan utama pada penelitian ini adalah orang tua dari pasangan yang
menikah pada usia muda, sedangkan informan pendukungnya adalah pasangan nikah
dini dan tokoh masyarakat di Desa Pesodongan. Cara menentukan sasaran penelitian
menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik pengambilan data
dilakukan dengan cara wawancara mendalam (indepth interview), dokumentasi dan
observasi. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dan menggunakan Analisis
Interaktif untuk analisis data, dengan langkah : pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa kevalidan data yang
diperoleh dalam penelitian ini, peneliti memilih menggunakan triangulasi sumber
Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa orang tua menikahkan anak
perempuannya pada usia muda karena beberapa hal, pertama yaitu rendahnya
pendidikan pelaku nikah muda dan orang tua pelaku nikah muda, sehingga orang tua
memilih untuk menikahkan anaknya pada usia muda, kedua mengurangi beban hidup
dimana orang tua dari wanita yang menikah muda kesulitan dalam hal ekonomi,
sehingga tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih tinggi,
oleh karena itu mereka memutuskan untuk menikahkan anak perempuannya demi
mengurangi beban materiil, ketiga yaitu karena anak tersebut sudah terlanjur hamil
pada saat pacaran akibat pergaulan yang begitu bebas, sehingga untuk menutupi rasa
malu, orang tua menikahkan anaknya, keempat adalah perjodohan, dimana orang tua
menjodohkan anaknya dengan kerabat jauh untuk mempererat tali persaudaraan,
kelima adalah cap perawan tua, orang tua merasa malu apabila anaknya di cap
sebagai perawan tua. Peran orang tua dalam kehidupan rumah tangga anaknya adalah
membiayai kehidupan sehari-hari karena anaknya belum bekerja, memberi
tumpangan tempat tinggal dan pengasuhan penuh terhadap cucu karena anaknya
belum memiliki bekal dalam hal mengasuh anak yang mengakibatkan waktu untuk
dirinya sendiri berkurang karena tidak bisa melakukan pekerjaan lain.
Orang tua harus bisa memahami dan belajar mengenai akibat pernikahan dini,
untuk remaja yang belum menikah supaya bisa memberikan pengertian kepada orang
tua supaya tidak menikahkan anaknya pada usia muda mengingat banyaknya dampak
yang ditimbulkan, bagi pihak desa untuk mengeluarkan surat keterangan untuk
mereka yang menikah siri, bagi pemerintah untuk merevisi UU 1/1974 menganai
usia perkawinan perempuan, karena dalam penelitian ini usia dibawah 20 tahun
belum siap secara mental dan reproduksi.

Keywords-
Citation Key1990
You are here