Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Peran Bbc World Service Sebagai Instrumen Diplomasi Publik Inggris Dalam Pemberdayaan Perempuan Di Afghanistan Tahun 2005 - 2009

JudulPeran Bbc World Service Sebagai Instrumen Diplomasi Publik Inggris Dalam Pemberdayaan Perempuan Di Afghanistan Tahun 2005 - 2009
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPutrananto, Theo Respati
Call NumberHUB.122
Other NumbersF1I013047
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published08/2018
Abstract

Adanya peperangan yang tidak berkesudahan yang terjadi di Afghanistan sejak 1979 melahirkan budaya kekerasan dan militerisasi di kalangan perempuan Afghanistan. Lahirnya budaya kekerasan dan militerisasi ini pada awalnya dipicu oleh kolonialisasi yang dilakukan oleh Uni Soviet, Amerika Serikat dan kelompok ekstrimis Taliban yang berkuasa selama bertahun-tahun di Afghanistan. Walaupun Taliban tidak lagi berkuasa, budaya kekerasan di Afghanistan tetap berlanjut. Hal inilah yang melatarbelakangi Inggris untuk membentuk layanan radio BBC Pashto Service dan BBC Dari Service untuk menyebarkan nilai-nilai Inggris sekaligus memberdayakan perempuan Afghanistan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran dari BBC World Service sebagai instrumen diplomasi publik Inggris dan juga memberdayakan perempuan Afghanistan melalui program Afghan Woman’s Hour yang beroperasi pada tahun 2005 sampai 2009. Perhatian Inggris terhadap isu-isu pemberdayaan perempuan dengan kebijakan luar negeri melalui Public Diplomacy Strategy Board yang kemudian dilanjutkan oleh BBC Trust dan BBC World Service yang berperan sebagai international broadcaster.

Kata kunci: Diplomasi Publik, international broadcasting, Kebijakan Luar Negeri, Pemberdayaan Perempuan, Soft Power.

ABSTRACT

The existence of an endless war that has occurred in Afghanistan since 1979 stimulated to a cultural violence and militarization among Afghan women. This chaos triggered by Soviet Union, the United States and extremist Taliban invasion in Afghanistan for a long time ago. Eventhough the Taliban were no longer in power, the cultural violence in Afghanistan still continues. Therefore, the UK government established the BBC Pashto Service and BBC Radio Service to spread not only the British values, but also empowering Afghan women.
This study aims to explain the role of the BBC World Service as a public diplomacy instrument and also to empower Afghan women through the Afghan Woman’s Hour radio program which operating from 2005 to 2009. The British concern can be reflected in their foreign policy through the Public Diplomacy Strategy Board and BBC Trust and BBC World Service acted as an international broadcaster.

Keywords: Foreign Policy, International Broadcasting, Public Diplomacy, Soft Power, Women Empowerment.

KeywordsDiplomasi Publik, international broadcasting, Kebijakan Luar Negeri, pemberdayaan perempuan, Soft Power.
Citation Key3460
You are here