Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pengukuran Kemiskinan di Kabupaten Banyumas

JudulPengukuran Kemiskinan di Kabupaten Banyumas
Publication TypeThesis
Year of Publication2017
AuthorsAtika, Zaula Rizqi
Academic DepartmentMaster Ilmu Administrasi Negar
DegreeM.A.P
Date Published06/2017
UniversityJenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeThesis
Call NumberMAP.004
Other Numbers: P2FB12031
KeywordsKabupaten Banyumas, Kata kunci: Aset, Pengukuran Kemiskinan
Abstract

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimana pengukuran kemiskinan yang digunakan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran kemiskinan yang digunakan di Kabupaten Banyumas. Dutta dan Kumar (2013: 496) memandang bahwa mengukur suatu kemiskinan perlu dikaitkan dengan kepemilikan aset fisik dan aset manusia. Aset fisik yang dimaksud meliputi kepemilikan fasilitas rumah tangga, jenis bangunan rumah, sumber air minum, fasilitas toilet, bahan bakar memasak, aset produktif dan aset alam. Aset manusia terdiri dari riwayat pendidikan, keberadaan serta kesehatan ibu hamil/menyusui dan status kesehatan anggota rumah tangga terhadap penyakit kronis. Dua aset tersebut, aset fisik dan aset manusia, merupakan wujud akumulasi dari semua pendekatan pengukuran kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan pendekatan
kualitatif. Teknik pemilihan informan yang digunakan pada penelitian adalah purposive. Lokasi penelitian dilaksanakan di BPS, Dinsosnakertrans dan Bapermas-PKB Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menyasar pihak-pihak yang berkompeten mengenai pengukuran kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS) dianggap paling sesuai dan mendekati realitas di Kabupaten Banyumas berdasarkan aspek kepemilikan aset fisik serta aset manusia. Hasil pengukuran kemiskinan BPS mikro mencakup hampir seluruhnya dari enam sub aspek aset fisik diantaranya kepemilikan fasilitas rumah tangga, jenis bangunan rumah yang dimiliki, penggunaan sumber air minum rumah tangga, jenis toilet yang dimiliki, bahan bakar memasak yang digunakan serta kepemilikan aset alam,
kecuali kepemilikan aset produktif, sedangkan tiga sub aspek aset manusia seluruhnya meliputi riwayat pendidikan yang dimiliki suatu rumah tangga, keberadaan serta kesehatan ibu hamil dan menyusui, status kesehatan anggota rumah tangga terhadap penyakit kronis lengkap dimiliki pada pengukuran kemiskinan BPS mikro.

You are here