Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pengaruh China’s Good Neighborhood Policy terhadap Vietnam dalam Upaya Penyelesaian Konflik Cina-Vietnam di Laut Cina Selatan pada Masa Pemerintahan Hu Jintao

JudulPengaruh China’s Good Neighborhood Policy terhadap Vietnam dalam Upaya Penyelesaian Konflik Cina-Vietnam di Laut Cina Selatan pada Masa Pemerintahan Hu Jintao
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsS, Mansoor Ahmad
Call NumberHUB.053
Other NumbersFF1I012034
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published04/2017
Abstract

Berkenaan dengan konflik antara Cina dengan negara-negara tetangga di Laut Cina Selatan, Cina harus menghadapi pemahaman yang tidak baik mengenai Cina dari negara-negara tetangga. Pemahaman yang tidak baik dari negara-negara tetangga merupakan sebuah konteks sosial yang dihadapi Cina. Pemahaman yang tidak baik ini berawal dari adanya pengaruh China Threat Theory yang mempengaruhi pemikiran negara-negara tetangga mengenai Cina. Untuk itu, Cina menggunakan jenis Power yang tidak bersifat materialistik untuk berhubungan
dengan negara-negara tetangga. Power yang tidak bersifat materialistik yang digunakan Cina adalah dengan menampilkan identitas Cina yang baik, yaitu sebagai negara yang peaceful rise peaceful development, peaceful coexistence, dan mempertahankan harmonious world. Hu Jintao mengembangkan jenis Power tersebut yang kompleks, yaitu harmonious world, yang terdapat penerapan peaceful rise, peaceful development, dan peaceful coexistence di dalamnya. Identitas-identitas yang ditampilkan Cina ini dipengaruhi oleh adanya konteks budaya yang Cina miliki, yaitu pemikiran-pemikiran idealis yang mempengaruhi tradisi idealisme masyarakat Cina kuno, yaitu pemikiran Confucius, Mencius, Mo Zi, dan Sun Tzu. Pemikiran-pemikiran ini juga merupakan sebuah nilai dan norma bagi Cina. Untuk mempertahankan harmonious world, Cina melakukan hubungan yang baik dengan negara-negara ASEAN melalui kerjasama, dan berupaya menyelesaikan konflik melalui manajemen konflik. Salah satu manajemen konflik yang telah dijalankan adalah manajemen konflik antara Cina dan Vietnam berkenaan konflik Laut Cina Selatan.

Kata Kunci: China Threat Theory, identitas Cina, konteks budaya Cina, manajemen konflik, kerjasama, dan Hu Jintao.

SUMMARY

Regarding the conflict between China and neighbor Countries in the South China Sea, China have to face the misinterpretation about China from neighbor Countries thought. Misinterpretation from neighbor Countries is a social context which have to be faced by China. This misinterpretation is caused by China Threat Theory propaganda that gives an effect in neighbor Countries thought about China. Therefore, China implements non materialistic Power approach in order to make good relations with them. Non materialistic Power approach implemented by China is to represent good identity of China, i.e. State of peaceful rise, peaceful development, peaceful coexistence, and is maintaining harmonious world. Hu Jintao generates harmonious world as non materialistic Power of China that includes peaceful rise, peaceful development, and peaceful coexistence implementation. These China’s identities are affected by cultural context of China, i.e. idealist thoughts of ancient China philosophers such as Confucius, Mencius, Mo Zi and Sun Tzu. For China, these thoughts are a values and norms. In order to maintain harmonious world, China interweaves a good relations with ASEAN Countries through cooperation, and attempts to resolve conflict through conflict management. One of conflict management that has been committed is conflict management between China and Vietnam regarding South China Sea disputes.

Keyword: China Threat Theory, China’s identity, China’s cultural context, conflict management, cooperation and Hu Jintao

KeywordsChina Threat Theory, dan Hu Jintao., identitas Cina, kerjasama, konteks budaya Cina, manajemen konflik
Citation Key3046
You are here