Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERNIKAHAN DINI (Studi tentang Peran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak diKabupaten Banyumas).

JudulPENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERNIKAHAN DINI (Studi tentang Peran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak diKabupaten Banyumas).
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSantosa, Taufiq Imam
Call NumberANE.1101
Other NumbersF1B012078
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published08/2018
Abstract

Penelitan ini berjudul PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERNIKAHAN DINI (Studi tentang Peran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Banyumas). Judul ini dilatarbelakangi oleh fenomena pernikahan dini di Kabupaten Banyumas yang terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pencegahan dan penanganan menjadi tangung jawab DPKB P3A dalam menangani pernikahan dini yang terjadi di lingkungan masyarakat sesuai dengan peraturan Bupati Banyumas Nomor 30 tahun 2010 tentang penjaran tugas dan fungsi dinas tersebut. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui 4 aspek peran yaitu entrepreneur, kordinasi, fasiltasi dan stimulasi DPKB P3A dalam mengatasi pernikahan dini di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah kualitatif, dimana data yang yang diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik pengambilan sempel mengunakan teknik purposive sampling dan validitas data mengunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitan menunjukan bahwa peran dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana, pemberdayan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Banyumas dalam upaya pencegahan dan penanganan pernikahan dini di Kabupaten Banyumas terdapat pada aspek entrepreneur, kordinasi, fasiltasi dan stimulasi. Namun DPKB P3A harus meningkatkan perananya karena terdapat kelemahan pada aspek entrepreneur, fasiltasi, stimulasi dan kordinasi. Dalam aspek entrepreneur, DPKB P3A belum mempunyai inovasi program dalam melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan pernikahan dini. Dalam aspek fasiltasi, DPKB P3A masih terbatas dengan alat sosialisasi dan dana yang minim. Pada aspek kordinasi, DPKB P3A mengalami keterbatasan SDM yang ahli dalam bidangnya. Pada aspek stimulasi, kurangnya perhatian setalah melakukan sosialisasi.

Kata kunci: entrepreneur, fasiltasi, kordinasi, peran dan stimulasi.

SUMMARY
This study entiled PREVENTION AND HANDLING WEDDING (Study on the Role of Population and Family Planing Control, Women Empowerment and Child Protection in Banyumas District). This tile is motivated by the phenomenon of early mariage in Banyumas Regency which continues to experience a significant increase. Prevention and handling is the responsibilty of DPKB P3A in dealing with early mariage that ocurs in the community environment in acordance with Regent Banyumas Regulation No. 30 of 2010 on the tasks and functions of the duty service. The purpose of this research is to know 4 aspect of role that is entrepreneur, cordination, faciltation and stimulation DPKB P3A in overcoming early mariage in Banyumas Regency. The method used in this study is qualitative, where the data obtained from the primary data and secondary data. Data colection techniques used are interviews, observation and documentation, while the technique of sampling using purposive sampling technique and data validity using data triangulation techniques. The results showed that the role of population control and family planing services, women's empowerment and child protection of Banyumas Regency in prevention and handling of early mariage in Banyumas Regency are in entrepreneur aspect, cordination, faciltation and stimulation. However DPKB P3A should increase its role because there are weakneses on aspects of entrepreneur, faciltation, stimulation and cordination. In the aspect of entrepreneur, DPKB P3A has not inovated program in conducting socialization prevention and handling of early mariage. In the faciltation aspect, DPKB P3A is stil limited with minimal socialization and fund tols. In the coordination aspect, DPKB P3A has limited human resources who are experts in their field. In the aspect of stimulation, the lack of atention after socialization.

Keywords: cordinator, entrepreneur, faciltation, role, and stimulation.

KeywordsEntrepreneur, fasiltasi, kordinasi, peran dan stimulasi.
Citation Key3461
You are here