Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Partisipasi Buruh Tani Perempuan dalam Proses Produksi Pertanian Padi Sawah ( Studi Pada Buruh Tani Perempuan Desa Kejawang, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen )

JudulPartisipasi Buruh Tani Perempuan dalam Proses Produksi Pertanian Padi Sawah ( Studi Pada Buruh Tani Perempuan Desa Kejawang, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen )
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAyulika, Nadya Tessa
Call NumberSOS.987
Other NumbersF1A014062
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published09/2018
Abstract

Partisipasi buruh tani perempuan dalam proses produksi pertanian padi sawah merupakan suatu bentuk partisipasi di dalam kegiatan lahan pertanian sawah yang dilakukan oleh buruh tani perempuan. Hal ini merupakan suatu bentuk partisipasi yang layak diperhatikan secara seksama dengan melihat peran apa saja yang dilakukan oleh buruh tani perempuan dalam produksi pertanian padi sawah. Bagaimana hubungan yang terjadi diantara buruh tani perempuan dengan petani dan melihat kontribusi upah yang didapatkan oleh buruh tani perempuan dalam pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Untuk mengetahui Bagaimana peran buruh tani perempuan dalam proses produksi pertanian padi sawah. (2) Untuk mengetahui bagaimana hubungan pemilik tanah dengan buruh tani perempuan dalam proses pertanian padi sawah. (3) Untuk mengetahui bagaimana konstribusi buruh tani perempuan dalam pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sasaran utama adalah buruh tani perempuan serta sasaran pendukungnya adalah suami buruh tani perempuan, petani dan tokoh masyarakat.Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kejawang, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber yakni data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dari Milles dan Huberman, yang terdiri dari empat komponen analisa yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buruh tani perempuan mempunyai peran dalam proses produksi pertanian padi sawah kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan yang tidak memiliki tenaga yang besar dan dapat dilakukan oleh buruh tani perempuan yaitu pertama penanaman, proses ini dilakukan dengan menanam bibit yang sudah disemai, kedua penyiangan, proses ini dilakukan dengan mencabut tanaman liar disekitar tanaman padi, yang ketiga penyulaman, proses ini dilakukan dengan mengganti bibit yang mati atau rusak dengan bibit padi yang baru dan yang terakhir keempat pengeringan, proses ini dilakukan dengan menjemur padi yang sudah dipanen dengan panas matahari. Sedangkan selain dari ke empat kegiatan tersebut dilakukan oleh buruh tani laki-laki. Hubungan antara petani dan buruh tani perempuan berawal dari ikatan pekerjaan menjadi hubungan kekerabatan dan pertemanan sehingga memunculkan hubungan yang baik dan saling tolong menolong antara buruh tani perempuan dan petani, selain hubungan pekerjaan dan kekerabatan hubungan baik yang terjalin juga karena adanya ikatan darah antara petani dan buruh tani, dalam menjaga hubungan yang baik, petani sebagai patron memiliki upaya yaitu dengan menunjukkan kedermawaannya terhadap buruh tani dengan cara membantu buruh tani jika buruh meminta bantuan. Hubungan tersebut terjadi karena dilatarbelakangi sudah menjadi adat dalam menjaga hubungan yang baik antara patron dengan klien di desa tersebut. Konstribusi buruh tani perempuan dalam bekerja sebagai buruh tani di dalam pendapatan keluarga berpengaruh dalam menambah penghasilan keluarga dengan penghasilan rata-rata sekali musim panen yang didapatkan adalah 1.000.000 hingga 1.200.000 dan ditambah dengan pendapatan suami dan anak yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain harus bekerja buruh tani perempuan juga harus tetap melakukan pekerjaan rumah tangga dan membagi waktu dengan baik antara bekerja dan kewajiban. Upah yang di dapatkan oleh buruh tani perempuan dapat menambah pendapatan keluarga untuk keperluan rumah tangga sehari-hari, keluarga, dan keperluan sekolah anak lalu untuk membayar hutang. Jika buruh tani tidak berkontribusi dan bekerja maka keperluan rumah tangga tidak dapat sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu maka dapat mempertahankan partisipasi buruh tani perempuan dalam proses produksi pertanian khususnya dalam kegiatan proses produksi menanam, penyulaman, penyiangan dan pengeringan, meskipun sudah ada peralatan yang dapat mempermudah para petani dalam menyelesaikan pekerjaan agar tidak terjadi kesenjangan antara teknologi dan tenaga kerja. Mempertahankan hubungan baik dan saling tolong menolong antara patron dan klien dalam bidang proses produksi padi sawah. Kepada masyarakat agar dapat mengajarkan keterampilan kepada buruh tani perempuan agar mereka tetap memiliki penghasilan meskipun musim tanam telah selesai. Pada catatan keterampilan yang mereka hasilkan sudah jelas pemasarannya sehingga hasil dari keterampilan tersebut tidak sia-sia dan benar-benar bisa menghasilakan keuntungan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Keywords-
Citation Key3520
You are here