Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Model Manajemen Aset Daerah di Kabupaten Banjarnegara

JudulModel Manajemen Aset Daerah di Kabupaten Banjarnegara
Publication TypeThesis
Year of Publication2017
AuthorsSutanto, Anang
Academic DepartmentMaster Ilmu Administrasi Negara
DegreeM.A.P.
Date Published06/2017
UniversityJenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeThesis
Call NumberMAP.009
Other NumbersP2FB11034
KeywordsAset Daerah, Model Pengelolaan dan Manajemen Aset.
Abstract

Masih banyaknya kelemahan dalam manajemen asset, maka peningkatan manajemen aset daerah sangat urgen untuk dilakukan, sehingga diperlukan model yang tepat untuk meningkatkan kinerja manajemen aset daerah, seperti halnya di Kabupaten Banjarnegara, dalam pengelolaan aset daerah masih memiliki banyak kelemahan dan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penerapan model manajemen aset daerah yang eksisting sehingga dapat diketahui sisi pencapaian yang dapat dipertahankan dan sisi kelemahan yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terpancang (embedded case study). Penelitian ini dilaksanakan di di Kabupaten Banjarnegara, khususnya pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Sasaran penelitian ini adalah aparatur pengelola aset daerah pada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Selanjutnya dalam memilih dan menentukan informan maka peneliti mengacu pada teknik “purposive”. Informan penelitian terdiri dari; Kepala DPPKAD Kabupaten Banjarnegara, Kepala Bidang Pengelolaan Aset DPPKAD, Staf pegawai DPPKAD dan Pengurus Barang SKPD Kabupaten Banjarnegara. Pengumpulan data-data yang dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model interaktif (Interactive Model of Analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang diterapkan dalam pengelolaan aset daerah Kabupaten Banjarnegara adalah model berbasis siklus pengelolaan pengelolaan aset dengan menerapkan kedisiplinan dan ketelitian dalam pengelolaan, serta penyempurnaan sistem pelaksanaan pengelolaan aset daerah dengan menerapkan 1) standar kapital aset tetap berbasis akrual untuk pengakuan aset dengan memanfaatkan teknologi yaitu menggunakan aplikasi SIMDA Aset, 2) menerapkan Kebijakan penyusutan atas aset tetap mulai tahun anggaran 2014 dan diimplementasikan pada tahun 2015. Penerapan model tersebut cukup efektif dengan pencapaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dan memperbaiki sistem pengelolaan aset karena terbukti mampu mengembalikan aset yang hilang atau tidak jelas status kepemilikan dan keberadaannya, meningkatkan tertib administrasi dalam pelaksanaan penatausahaan aset dan pengamanan aset daerah. Meskipun sudah dilaksanakan upaya perbaikan dan penyempurnaan sistem pengelolaan aset daerah, masih ditemukan permasalahan diantaranya, DPPKAD selaku pembantu Pengelola Barang bukti kepemilikan aset daerah yang ada di SKPD-SKPD belum sepenuhnya mengadministrasikan, Pengurus barang belum sepenuhnya melakukan inventarisasi dan pemutakhiran terhadap pencatatan barang milik daerah sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya, Pengelola Barang, Pembantu Pengelola Barang, dan Pengguna Barang belum sepenuhnya menjalankan prosedur penghapusan aset Para pengguna barang belum sepenuhnya mengidentifikasi dan mereklasifikasi aset tetap yang telah rusak dan tidak dapat dipergunakan ke aset lainnya.

You are here