Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Modal Sosial dan Penanganan Konflik (Studi tentang fenomena “arisan” sebagai bentuk modal sosial dalam penanganan konflik perusahaan di PT. Setia Kawan Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas)

JudulModal Sosial dan Penanganan Konflik (Studi tentang fenomena “arisan” sebagai bentuk modal sosial dalam penanganan konflik perusahaan di PT. Setia Kawan Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsNugroho, Adhityan Imam
Call NumberSOS.766
Other NumbersF1A 008047
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published12/2015
Abstract

PT. Setia Kawan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri daur ulang limbah plastik. Terdapat konflik yaitu perselisihan antar individu dan ketidaksesuaian upah minimum kerja mengakibatkan banyak karyawan yang mengundurkan diri dan keluar tanpa alasan pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran arisan sebagai bentuk modal sosial dalam penangannan konflik perusahaan PT. Setia Kawan. Penelitian ini berlokasi di PT. Setia Kawan, Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, dengan sasaran utamanya adalah para anggota dan pengelola arisan PT. Setia Kawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengambilan informan
menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui hasil wawancara, dan observasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian diketahui bahwa konflik yang terjadi di PT. Setia Kawan berlangsung sejak tahun 2012. Salah satu bentuk konflik yang terjadi adalah terkait kebijakan upah karyawan yang tidak sesuai dengan UMK. Adanya konflik memberi perkembangan yang terjadi dalam karyawan untuk dapat melakukan perubahan bukan dengan kekerasan tetapi dengan kedamaian atau kerukunan yaitu dengan membentuk arisan. Didalam arisan yang diselenggarakan oleh para karyawan PT. Setia Kawan terdapat unsur-unsur modal sosial antara lain jaringan, kepercayaan, nilai dan norma. Jaringan sosial berfungsi sebagai ajang silaturahmi
sehingga dapat menjaga sinergi dan kekompakan. Adapun kepercayaan yang terdapat dalam arisan karyawan PT. Setia Kawan adalah mengenai upaya dalam penyelesaian upah yang tidak sesuai. Sedangkan norma berisi tentang peraturan arisan agar dapat berjalan tertib dan selain itu juga terdapat nilai-nilai agama dan sosial yang berkembang didalamnya. Selain memiliki fungsi ekonomi dan social arisan juga berperan sebagai wadah aspirasi dan komunikasi yang menjembatani antara karyawan dengan pihak perusahaan sehingga tercapai kesepakatan bersama tentang upah minimum kerja.
Implikasi yang diambil oleh penulis yaitu jajaran direksi dan structural semestinya mampu mengakomodir lebih jauh mengenai aktivitas positif yang diselenggarakan oleh karyawannya dengan ikut aktif dalam keanggotaan arisan, menyediakan pelayanan, tempat, bantuan subsidi dan sebagainya. Hal ini penting sebagai bentuk perhatian perusahaan. Selain itu, dengan lebih ikut terlibat dalam arisan karyawan juga dapat mempererat hubungan struktural antara manajer dengan karyawannya.

KeywordsArisan, Konflik Perusahaan, Modal Sosial, PT. Setia Kawan
Citation Key2531
You are here