Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Media Sosial Di Kalangan Sufi (Studi Fenomenologi Terhadap Pemaknaan Media Sosial Oleh Jamaah Tarekat Khalidiyah Naqsabandiyah Kedung Paruk, Banyumas)

JudulMedia Sosial Di Kalangan Sufi (Studi Fenomenologi Terhadap Pemaknaan Media Sosial Oleh Jamaah Tarekat Khalidiyah Naqsabandiyah Kedung Paruk, Banyumas)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsR, Mohammad Muhlas
Call NumberMohammad Muhlas R
Other NumbersF1C012007
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published15/2016
Abstract

Sufi berasal dari tradisi Islam yang mendalam. Sufisme dibangun diatas kepasrahan dan rasa iman terhadap Allah SWT untuk mendapatkan sebuah pencerahan, ketenangan dalam hal beragama dan ketuhanan. Namun, sufi dalam masyarakat sering dipandang sebagai aliran yang hanya mengedepankan akhirat dan tidak mengurus perkara duniawi. Tarekat Khalidiyah Naqsabandiyah di Kedung Paruk, Banyumas merupakan salah satu aliran sufi yang telah lama ada. Uniknya, mereka menggunakan media sosial yang merupakan hal bersifat duniawi. Penggunaan media sosial ini melawan paradigm masyarakat yang menganggap sufi anti duniawi. Penelitian ini bermaksud mencari pengalaman bermedia dari jamaah sufi yang ada di Kedung Paruk, Banyumas yang kemudian melahirkan pemaknaan tersendiri terhadap media sosial. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi . Penelitian ini mengacu pada teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Peneliti menetapkan 4 informan dengan kualifikasi khusus yaitu meliputi Mursyid (Guru Tarekat), Badal (Wakil), dan santri atau murid. Analisis data menggunakan metode analisis data fenomenologi dari Van Kaam. Hasil penelitian mengungkap beberapa pengalaman menggunakan media sosial pada jamaah sufi antara lain digunakan untuk: 1) Alat kontrol keluarga dan murid, 2) Alat konseling atau konsultasi, 3) Sarana dakwah, 4) Sarana hiburan, 5) Sarana perniagaan atau perdagangan. Melalui pengalaman tersebut, jamaah sufi di Kedung paruk memiliki pemaknaan tersendiri mengenai media sosial : 1) Media yang tidak dapat ditolak kehadirannya karena tuntutan jaman, 2) Media yang hadir sebagai pengejawantahan media batin, 3) Media yang strategis untuk berdakwah, 4) Media paling instan untuk menyebarkan informasi.

KeywordsAlfred Schutz, fenomenologi, Media sosial. ix, sufi
Citation Key2935
You are here