Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Mayang(Studi Tentang Pemuda Nelayan di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal)

JudulMayang(Studi Tentang Pemuda Nelayan di Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsDamayanti, Adinda Fiqih
Call NumberSOS.896
Other NumbersF1A012038
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published09/2017
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemuda di Kelurahan Tegalsari Kota Tegal menjadi mayang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana menggunakan teknik penentuan sasaran penelitian snowball sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis datanya menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemuda di Kelurahan Tegalsari menjadi mayang dimulai ketika mereka selesai menamatkan pendidikannya pada jenjang SD dan SMP, adapun beberapa diantara mereka merupakan pemuda putus sekolah pada jenjang SMP. Para pemuda mayang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya karena lebih memilih bekerja menjadi mayang. Beberapa factor yang melatarbelakangi para pemuda tersebut memilih menjadi mayang yaitu, pertama faktor kemiskinan, dimana pada umumnya para pemuda tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu. Kedua pengaruh lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang notabene merupakan pemukiman nelayan dimana terdapat banyak pemuda mayang yang telah memiliki penghasilan yang terbilang cukup banyak dari hasil melaut sehingga membuat banyak pemuda lainnya tergiur untuk menjadi seorang mayang. Penghasilan yang diperoleh tidak serta merta hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja, tetapi juga untuk memenuhi pola hidup mewah seperti membeli motor baru, perhiasan, dan sebagainya. Hanya ada beberapa jenis kapal ikan tertentu yang menunjang para mayang memperoleh penghasilan belasan hingga puluhan juta rupiah, yaitu Kapal Dogolan dan Kapal Kursin freezer. Bekerja menjadi mayang bukan tanpa resiko, mereka harus menghadapi ancaman badai, perompak, hingga kasus pidana jika melewati batas ketentuan wilayah tangkap ikan yang telah diatur dalam Peraturan Kementrian Perikanan dan Kelautan. Melihat permasalahan yang ada pemuka masyarakat, Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Dinas Pendidikan Kota Tegal, dan aparat Kelurahan Tegalsari rupanya tidak menaruh perhatian khusus dalam menyikapi permasalahan yang diwariskan secara turun-temurun tersebut. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada program khusus yang dimiliki oleh seluruh institusi masyarakat terkait dalam menyikapi permasalahan pemuda mayang.

Keywordsnelayan (mayang), pemuda laki-laki
Citation Key3191
You are here