Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Mata Uang Digital Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Dalam Transaksi Elektronik Internasional

JudulMata Uang Digital Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Dalam Transaksi Elektronik Internasional
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsFajri, Afrizal
Call NumberHUB.080
Other NumbersF1I013039
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published10/2017
Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat salah satunya didorong oleh perkembangan teknologi. Dalam hal melakukan transaksi, saat ini masyarakat sudah dipermudah dengan adanya sistem elektronik menggunakan teknologi internet sehingga kapanpun dan dimanapun transaksi tersebut dapat dilakukan tanpa tatap muka secara langsung. Dalam hal metode pembayaran, teknologinya pun semakin berkembang, tidak hanya mengandalkan sistem yang disediakan oleh perbankan. Berbagai outlet layanan pembayaran saat ini tersedia, dari yang bersifat mobile, pembayaran via minimarket, layanan pihak ketiga, dan berbagai macam lainnya. Salah satunya saat ini juga dikenal mata uang digital. Dari berbagai macam jenis mata uang ini, Bitcoin merupakan mata uang digital dengan nilai pasar yang besar. Bitcoin merupakan sistem pembayaran elektronik berdasarkan sistem matematis. Idenya adalah untuk menghasilkan mata uang yang mandiri tidak terikat dengan suatu otoritas pusat tertentu, dengan biaya transaksi yang sangat rendah. mata uang digital ini menggunakan konsep kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa Bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang yang mempunyainya dan tidak dapat digandakan. Kemunculan mata uang ini menghadirkan kontroversi di berbagai negara karena sifatnya yang tidak memiliki regulasi. Penelitian ini menguji apakah Bitcoin layak dikategorikan sebagai mata uang berdasar konsep uang dan bagaimana tiga lembaga utama moneter internasional (IMF, WTO, World Bank) merespon kehadirannya dengan analisis dasar menggunakan konsep cyberpolitics. Akhir penelitian ini menyimpulkan bahwa Bitcoin belum secara sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai mata uang dan belum ada aturan main yang spesifik terkait keberadaan mata uang digital.

SUMMARY

The Changing in people lifestyle -one of them- driven by the development of technology. In terms of conducting transactions, today people has been facilitated by the electronic system using internet technology so that whenever and wherever the transaction can be done without face to face directly. In terms of payment methods, the technology is also growing, not just rely on systems provided by banks. A variety of payment service outlets are currently available, from mobile, payments via minimarket, third party services, and many more. Recently also known term digital currency. The various types of its currencies exist. Bitcoin is a digital currency with a large market value. It’s an electronic payment system based on mathematical systems. The idea is to produce an independent currency that is not tied to a particular central authority, with very low transaction costs. Digital currency using cryptography concept to provide basic security functions, such as ensuring that Bitcoin can only be spent by those who have it and can not be duplicated. The emergence of this currency presents controversy in many countries because of its unregulated nature. This study examines Bitcoin whether categorized as money based on the concept of money and how the three main international financial institutions (IMF, WTO, World Bank) respond to its presence with a basic analysis using cyberpolitics concept. The end of this study concluded that Bitcoin has not fully met the criteria as currency and there is no specific rules regarding the existence of digital currency.

Keyword : Currency, Cyberpolitics, International Monetary

KeywordsCyberpolitics, Mata Uang, Moneter Internasional
Citation Key3217
You are here