Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Manajemen Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas

JudulManajemen Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsDewi, Ineke Listia
Call NumberANE P.005
Other NumbersF1B111002
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published04/2016
Abstract

Penelitian ini berjudul Manajemen Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Untuk memperlancar pelaksanaan PUAP di Kelurahan Purwokerto Lor dibentuk Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) “Ngudi Kamulyan” yang melaksanakan fungsi pelayanan kredit atau pembiayaan dan simpanan di lingkungan petani dan pelaku usaha agribisnis sesuai dengan prinsip-prinsip LKM. Melalui LKM-A dana BLM PUAP digulirkan dan dikembangkan dalam rangka penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota tani. Namun dalam pelaksanaannya, masalah manajemen menjadi penyebab kurang lancarnya pelaksanaan program PUAP pada LKM-A Purwokerto Lor.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen program PUAP pada LKM-A. Terdapat lima aspek dalam melihat manajemen program PUAP pada LKM-A, yakni perencanaan program, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dan untuk teknik pemilihan informannya dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan fungsi manajmen belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari fungsi perencanaan dalam LKM-A yang tidak sesuai dengan pelaksanaan, kegiatan pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian belum dilakukan dengan baik, sedangkan kegiatan pengawasan telah dilakukan dengan baik. Selain kelima fungsi tersebut, terdapat fungsi kepemimpinan dalam LKM-A yang juga kurang baik. Dalam pelaksanaan program PUAP pada LKM-A masih mengalami beberapa kendala diantaranya adalah keterlambatan pembayaran angsuran, terbatasnya jumlah pengurus yang aktif dan kurangnya kapasitas masyarakat tani menyebabkan terhambatnya pelaksanaan jalannya program.

Kata Kunci: Manajemen, Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A)

SUMMARY
This research is entitled “Management of Rural Agribusiness Development Program (PUAP) in Purwokerto Lor Village, Purwokerto Timur’s District, Banyumas Regenncy”. To facilitate the implementation of PUAP Program in Purwokerto Lor is formed Agribusiness Microfinance Institution (LKM-A)”Ngudi Kamulyan” that implementing the function of credit or financing and deposits in agricultural community with the principles of Mikrofinance Institution (LKM). LKM-A through revolving BLM PUAP and developed context of distrubution aid capital for agricultural community. But its implementation, management problems be the cause of a lack fluency of PUAP Program in LKM-A Purwokerto Lor.
The purpose of this research was to determine how the management PUAP Program in Agribusiness Microfinance Institution (LKM-A). There are five aspect to see how the management PUAP Program in LKM-A, that is planning, organizing, commanding, coordinating and controlling. The method was used qualitative descriptive, and used purposive sampling as the technique for choosing informant. The data was collected by having a deeply interview, observation and documentation. To ensure the validity of data used triangulation techniques. Then, method analysis data used the interactive model.
The result showed that the implementation management functions has not been entirely good. It can be seen from planning, organizing, commanding and coordinating function in LKM-A has not been good, whereas in the activities of controlling has been running well. In addition to the five function, there is a leadership function in LKM-A is not good. There are still obstacles implementation management PUAP program in LKM-A like late payments of installments revolving fund, lack of active management and less the capacity of the agricultural community obstruct the course of implementing the PUAP Program.
Keyword: Management, Rural Agribusiness Development Program (PUAP), Agribusiness Microfinance Institution (LKM-A)

KeywordsLembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A), manajemen, Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)
Citation Key2660
You are here