Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Mahasiswa HI Unsoed Dipercaya Menjadi Juri Lomba Debat Bahasa Inggris se Kabupaten Banyumas

Kurniawan Yudhianto, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional angkatan 2012 pada hari Selasa (24/09), mendapat kehormatan untuk menjadi juri (adjudicator) dalam lomba Grammar, Vocab dan Debat Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Inggris Kabupaten Banyumas. Acara yang berlangsung di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas ini merupakan persiapan Kabupaten Banyumas dalam rangka menyeleksi putra-putri terbaiknya yang akan dikirim sebagai delegasi lomba debat tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara ini diikuti 16 sekolah dari 31 sekolah menengah atas yang ada di Banyumas.
Dalam rangka meningkatkan kualitas kompetisi debat Bahasa Inggris ini, selain dewan juri yang terdiri dari MGMP,  juga dilibatkan adjudicator dari pihak luar, salah satunya adalah Kurniawan Yudhianto. Mahasiswa Prodi HI Unsoed yang sudah tidak diragukan lagi pengalamannya dalam mengikuti berbagai lomba debat tingkat nasional, antara lain lomba debat yang diselenggarakan di Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Kurniawan juga pernah menjadi pendamping  mahasiswa dalam National University English Debating Championship (NUEDC) Tingkat Wilayah Kopertis IV 2013 pada bulan Mei lalu. Pada bulan yang sama, dalam International Humanitarian Law (IHL) Debate yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Udayana dan Palang Merah Internasional (ICRC), Kurniawan dengan gemilang menyabet gelar The Best Speaker. Kurniawan juga menunjukkan tanggungjawabnya dengan memberikan penampilan yang sempurna saat dipercaya sebagai Ketua Sidang  ASEAN (chairman) dalam Simulasi Sidang ASEAN yang digelar oleh Prodi HI bulan Juni 2013 yang mengusung tema Pariwisata di ASEAN
Mahasiswa yang berpenampilan sederhana ini tidak hanya aktif dalam kegiatan ekstra yang berkaitan dengan upaya pengembangan dan peningkatan prestasinya dalam penguasaan Bahasa Inggrisnya, namun keseriusannya dalam bidang akademis juga diutamakan, terbukti denga indeks prestasinya yang mencapai 3,45. “Pengalaman menjadi juri debat kali ini sangat menyenangkan sekaligus melelahkan karena dilakukan secara marathon dalam satu hari penuh hingga tim juri dapat memetakan kekuatan para debater di Kabupaten Banyumas dan menentukan pemenang yang akan mewakili Kabupaten Banyumas di tingkat Jawa Tengah”, ungkapnya. So far, tidak ada kesulitan yang berarti karena berbekal pengalaman atau jam terbang yang cukup tinggi katanya dengan menyakinkan. (Tjg)
 

You are here