Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Life History Seorang Penari Ebeg di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap

JudulLife History Seorang Penari Ebeg di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsKumentas, Risa
Call NumberSOS.688
Other NumbersF1A010030
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published03/2015
Abstract

Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Bahkan ebeg dianggap sebagai seni budaya yang benar-benar asli dari Jawa Banyumasan mengingat didalamnya sama sekali tidak ada pengaruh dari budaya lain. Para pemain ebeg pada umumnya adalah laki-laki, namun di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap terdapat pemain ebeg perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokasi di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan seorang wanita yang telah berkeluarga namun mempunyai profesi sebagai penari ebeg. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Rosiah telah menjadi seorang penari ebeg perempuan selama 12 tahun di Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Menurut Rosiah sendiri ebeg itu adalah sebuah simbol ksatria penunggang kuda yang ingin berperang. Baginya ebeg adalah sisi lain dalam kehidupannya. Kehidupan sehari-hari Rosiah di luar panggung hanyalah sebagai ibu rumah tangga biasa seperti pada umumnya.
Kesimpulannya, Tari ebeg sampai saat ini masih berkembang di daerah Cilacap. Di Kecamatan Kroya sendiri terdapat 45 grup Tari ebeg. Rosiah merupakan salah satu pemain ebeg perempuan yang bergabung selama 12 tahun.

Keywords-
Citation Key2099
You are here