Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon

JudulKualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsDestiani, Risky Amelia
Call NumberANE.1106
Other NumbersF1B013031
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published08/2018
Abstract

Kualitas pelayanan publik di daerah masih perlu ditingkatkan ke arah yang lebih baik. Masyarakat di daerah mempunyai tuntutan yang lebih untuk mendapatkan pelayanan yang optimal demi kepuasan pelayanan yang diterima dari penyelenggara. Oleh karena itu pemerintah menerapkan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Sumber. Maksud dari PATEN ini sendiri unttuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta meminimalisir pemberian pelayanan yang berbelit-belit. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis Kualitas Pelayanan Administrasi Tepadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan Gap model kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi tangibel, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Sampel yang diiambil dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna pelayanan IMB dan IUP sebanyak 100 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel Simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa:
1. kualitas PATEN masuk dalam kategori tinggi. Dengan presentase 95% menyatakan tinggi dan 5% menyatakan sedang,
2. gap atau kesenjangan yang ditemukan antara harapan dan kenyataan dimana harapan akan pelayanan masuk dalam kategori tinggi presentase 95%) menyatakan tinggi dan 5% menyatakan sedang dan kenyataan pelayanan yang diterima masuk dalam kategori tinggi dengan presentase 75% menyatakan tinggi, 25% menyatakan sedang dan 3% menyatakan
rendah.
3. Pada gap analisis diperoleh bahwa dimensi Tangible memperoleh nilai sebesar -2,79, dimensi Reliability sebesar -1,07 yang merupakan gapterendah, dimensi Responsiveness sebesar -4,06, dimensi Assurance sebesar -5,63, dan dimensi Empathy sebesar -5,96 yang merupakan gap tertinggi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari kelima dimensi masih dijumpai gap negatif dari setiap item pertanyaan dengan demikian upaya perbaikan layanan perlu difokuskan pada aspek-aspek spesifik ini agar dapat memberikan dampak signifikan.

Kata kunci:Kualitas Pelayanan, Gap Model, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan.

SUMMARY
The quality of public services in the regions still needs to be improved in a better direction. Society has demanded more areas to obtain optimum services to the satisfaction of the services received from the organizers. Therefore, the government implemented an integrated administrative services districts (PATEN) sumber area. The purpose of service to the community as well as the provision of service that minimize tangled bush. The aim of this study is determining how the level of service quality intregated administrative districts (PATEN) in the district of Cirebon Regency Sumber. This research uses descriptive quantitative method using gap service quality model consisting of tangible dimension, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Samples taken in this research is the community of users of IMB and IUP services as much as 100 respondents. Sampling technique used in this research is Probability Sampling with sampling technique Simple random sampling. The results of this study indicate that:
1. Quality PATEN entered in high category. With a percentage of 95% states high and 5% states being.
2. gap or gaps found between expectations and realities where expectations of service fall into the high percentage category of 95%) state high and 5% stated moderate and acceptable service facts fall into the high category with a 75% percentage representing high, 25% saying medium and 3 % stated low.
3. In the analysis gap obtained that Tangible dimension obtained value of 2.79, Reliability dimension of 1.07 which is the lowest gap, Responsiveness dimension of 4.06, Assurance dimension of 5.63, and Empathy dimension of 5.96 which is the highest gap.
The conclusion of this research is from fifth dimension still found negative gap of each item of question thus service improvement effort need to be focused on these specific aspects in order to give a significant impact.

Keywords: Service Quality, Service Model GAP, Integrated District
Administration Service.

KeywordsGap Model, kualitas pelayanan, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan
Citation Key3475
You are here