Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Konspirasi Global Narkoba Ancam Masa Depan Bangsa

Bertempat di AULA FISIP UNSOED, Senin 1 September 2014 diselenggarakan Kuliah Umum bersama Irjen Pol (P) DR. Benny Jozua Mamoto (Ahli Bidang Perundang-Undangan Badan Narkotika Nasional RI). Tema yang diusung dalam acara ini adalah “Narkoba: Ancaman Serius Masa Depan Bangsa dan Negara Indonesia”. Sebagai moderator adalah Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, MS. Peserta tidak kurang dari 150 mahasiswa dari seluruh proram studi sangat antusias memadati Aula hingga usainya kuliah umum ini.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman, M.Si. berkenan hadir sekaligus membuka rangkaian acara ini. Sambutan beliau mengingatkan bahwa narkoba merupakan bahaya laten. Membutuhkan konsentrasi dan penanganan khusus bagi kejahatan narkoba. BNN (Badan Narkotika Nasional) sebagai ujung tombak perlu meningkatkan kinerja, mengingat kejahatan narkoba merupakan kejahatan lintas negara. Sedangkan mahasiswa merupakan pasar potensial bagi pengguna narkoba. Beliau mengingatkan agar mahasiswa tidak tergoda, tidak terjerumus  dalam penggunaan narkoba. Masa depan suram menjadi taruhan bagi mahasiswa pengguna narkoba.

Benny mamoto memaparkan bahwa terdapat tiga skala prioritas kejahatan utama yaitu Terorisme, Korupsi dan Narkoba. Namun kedepan skala prioritas ini semakin bergeser. Narkoba harus menjadi prioritas pencegahan kejahatan yang paling utama, setelah itu terorisme dan korupsi. Berkaca dari sejarah ‘perang candu’ di China. Strategi Inggris untuk melemahkan China dengan cara membanjiri candu / opium ke China sehingga masyarakatnya lemah. Barulah kemudian pasukan Inggris datang untuk menguasai China. Hal itu merupakan pelajaran penting bahwa narkoba membuat bangsa menjadi lemah tidak berdaya. Terlebih sasaran pengguna narkoba adalah usia produktif. Bisa jadi bangsa yang lemah tidak memiliki daya saing merupakan konspirasi global agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lemah dan konsumtif. Kekayaan alam yang seharusnya dinikmati oleh bangsa, akhirnya diambil oleh bangsa lain hanya dikarenakan sumber daya Indonesia tidak memiliki daya saing.

Oleh karena itu, Irjen (P) Polri ini menambahkan bahwa bonus demografi yang dimiliki bangsa Indonesia kedepan harus dimanfaatkan. Statistik kependudukan menunjukkan bahwa mulai tahun 2028 usia produktif bangsa ini sejumlah 200 juta orang dibanding dengan usia tidak produktif separuhnya. Bonus demografi ini harus dijaga, jangan sampai tergoda penyakit masyarakat, terlebih narkoba. Bencana demografi salah satunya datang dari narkoba, karena daya rusaknya sangat dahsyat (senjata perusak massal), kerusakan fisik/kesehatan dan mental. Kita harus membangun sumber daya manusia yang sehat berkualitas, punya daya saing dan berintegritas Demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ajak Pak Benny Mamoto, menutup kegiatan kuliah umum ini.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

You are here