Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Komunikasi Antarpribadi Pengemudi Ojek Online Go-Jek Dengan Pengemudi Jasa Transportasi Konvensional Dalam Kasus Pro Dan Kontra Keberadaan Go-Jek Di Kelurahan Kebon Kacang, Dki. Jakarta

JudulKomunikasi Antarpribadi Pengemudi Ojek Online Go-Jek Dengan Pengemudi Jasa Transportasi Konvensional Dalam Kasus Pro Dan Kontra Keberadaan Go-Jek Di Kelurahan Kebon Kacang, Dki. Jakarta
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAisyah, Dian Asmita
Call NumberKOM.876
Other NumbersF1C012020
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published12/2017
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi antarpribadi yang dijalin kedua subjek yakni pengemudi ojek online Go-Jek dengan pengemudi jasa transportasi konvensional dalam kasus pro dan kontra keberadaan Go-Jek di Kelurahan Kebon Kacang, DKI. Jakarta dengan menggunakan cara berpikir yang meyakini bahwa realitas sosial merupakan hasil kontruksi aktor. Aktor dalam hal ini ialah kedua subjek di wilayah tersebut. Kedua subjek meyakini subjektivitas masing-masing kelompoknya terhadap keberadaan Go-Jek, sehingga timbulah ketidaksamaan dan memunculkan pro dan kontra. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan Informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Adapun langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan cara: wawancara mendalam pada informan, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data mengacu pada Miles dan Huberman yang berisi: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan komunikasi antarpribadi yang dilakukan kedua subjek tidak berjalan dengan baik. Karena kedua subjek meyakini kebenaran terletak pada subjektivitas masing-masing. Sehingga timbul penolakan simbolik yang berbentuk verbal maupun nonverbal dari pengemudi jasa transportasi konvensional. Menanggapi situasi tersebut, terdapat beberapa upaya yang dilakukan pengemudi ojek online Go-Jek, PT. Go-Jek Indonesia dan Kepolisian untuk membangun hubungan harmonis diantara kedua subjek. Namun upaya tersebut mengalami kegagalan karena keberadaan awal jasa transportasi online Go-Jek tidak berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, DKI. Jakarta sehingga tidak ada aturan hukum yang mengakomodir jasa transportasi tersebut. Intensitas komunikasi yang minim antara kedua subjek karena tingkat mobilitas pengemudi jasa transportasi ojek online Go-Jek yang tinggi, sehingga mempengaruhi unsur-unsur komunikasi lainnya

KeywordsGo-Jek, Kelurahan Kebon Kacang, Komunikasi Antarpribadi, Pengemudi Jasa Transportasi Konvensional, Pro dan Kontra
Citation Key3308
You are here