Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

KOMAHI GELAR SEMINAR “KARTEL EKONOMI PERUSAK DEMOKRASI INDONESIA”

Bertempat di Aula FISIP Unsoed pada hari Kamis, 3 Oktober 2013 digelar Seminar bertajuk “Kartel Ekonomi Perusak Demokrasi Indonesia”. Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) Fisip Unsoed bekerjasama dengan Kopkun dan AKSES Indonesia  (Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis) menghadirkan pembicara Ted Meinhover (pengamat Ekonomi Politik Internasional asal Amerika Serikat) , Budiman Sudjatmiko (Anggota DPR, politisi) dan Muhammad Yamin, S.IP,M.Si (Akademisi  dari Prodi HI Unsoed)
Acara yang dibuka oleh Dekan Fisip Unsoed Dr. Ali Rokhman, M.Si, di hadiri oleh Suroto sebagai Ketua AKSES, Firdaus dari Kopkun, para Pembantu Dekan Fisip Unsoed , Tundjung Linggarwati, S.IP, M.Si sebagai Ketua Prodi HI Unsoed serta para dosen dan mahasiswa.
Ted Meinhover yang pernah menjadi diplomat dan sekarang menjadi pengamat ekonomi politik internasional menyatakan bahwa kartel-kartel ekonomi di berbagai negara sangat berpengaruh terhadap berjalannya demokrasi yang sehat. Lebih jauh Ted mengatakan bahwa kondisi seperti ini bisa membuat golongan  yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kapitalisme juga membuat orang miskin sulit berkuasa karena biaya demokrasi yang besar.
Muhammad Yamin menyampaikan, praktek kartel ini tidak disadari hadir dan memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari, misalnya saja pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang sebagian besar merupakan produk impor dan dikelola oleh kartel-kartel yang mampu  memainkan harga pasar. Persoalan kesejahteraan yang berawal dari tingginya harga kebutuhan pokok membuat demokrasi yang baik sulit ditegakkan, menurutnya selain korupsi, kartel-kartel ekonomi memegang peran penting sebagai perusak demokrasi. Menurutnya jika sumberdaya alam terutama pertanian, perikanan dan peternakan dikelola dengan baik, rakyat sudah bisa terpenuhi kebutuhan pokoknya yang cukup bisa membuat masyarakat lebih berdaya dan sejahtera
Budiman Sujatmiko menyatakan bahwa tema tentang kartel sebagai perusak demokrasi sangat relevan untuk dikaji dimana saja karena memang sudah terjadi di mana-mana. Dalam paparannya disampaikan agar rakyat tidak lagi mau diiming-imingi dengan janji maupun uang oleh calon wakil rakyat atau kepala daerah. Bagaimana agar masyarakat tidak “doyan uang” yang diberikan sebagai suap untuk memilih wakil-wakilnya, namun harus  lebih diupayakan agar mampu  mengakses anggaran negara secara maksimal untuk kesejahteraan salah satunya melalui disetujuinya Undang-Undang Desa.
 Lebih lanjut Budiman Sujatmiko lebih menekankan bahwa kuncinya adalah pendidikan,  sehingga masyarakat menjadi cerdas, termasuk pendidikan ekonomi dan politik sehingga cerdas memilih dan cerdas membaca situasi, lebih mandiri dan bisa lepas dari kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat akan menguatkan berbagai sektor seperti pertanian, pendidikan dll untuk menguatkan ekonomi. Dan menurutnya rakyat pasti bisa. (Tunjung)
 

You are here