Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Khuruj Dan Interaksi Sosial Gerakan Dakwah Jamaah Tabligh Purwokerto

JudulKhuruj Dan Interaksi Sosial Gerakan Dakwah Jamaah Tabligh Purwokerto
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsRofah, Ossy Lusiana
Call NumberSOS.984
Other NumbersF1A013004
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published09/2018
Abstract

Khuruj adalah keluarnya seseorang dari lingkungan atau tempat tinggalnya dari tempat asalnya untuk berdakwah ke tempat lain yang berada di luar kota atau bahkan ke luar negeri. Khuruj bagi Jamaah Tabligh dalam aplikasinya terdiri dari tiga tahap 3 hari dalam sebulan, 40 hari dalam setahun dan 4 bulan sekali dalam seumur hidup. Penelitian ini membahas tentang khuruj dan interaksi sosial gerakan dakwah Jamaah Tabligh Purwokerto. Pokok permasalahan yang dikaji adalah interaksi sosial anggota Jamaah Tabligh dengan sasaran dakwahnya saat melakukan khuruj. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan Jamaah Tabligh Purwokerto dalam melakukan khuruj terkait dalam berinteraksi dengan masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya dan kendala apa saja yang dihadapi. Adapun landasan teori dari penelitian ini adalah teori interaksinisme simbolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara sasaran penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Jamaah Tabligh melaksakan khuruj berjumlah maksimal 14 sampai 12 orang dan apabila timnya merupakan sepasang suami isteri maka maksimalnya 7 pasang. Ketika khuruj mereka mengajak orang lain untuk melakukan amal shaleh, memakmurkan masjid menyampaikannya dengan berita gembira sama sekali tidak memaksa bagi orang yang melaksanakan perintah Allah Swt, berkenaan dengan hal-hal yang menggembirakan seperti pahala, surga dan lain-lain. Interaksi yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh Purwokerto saat khuruj yaitu dengan cara jaulah dan bersilaturahmi. Kegiatan khuruj tentunya memiliki hambatan tersendiri yaitu: hambatan tersebut bisa berasal dari internal Jamaah Tabligh maupun dari masyarakat daerah yang mereka datangi. Adanya praktek dakwah dengan menggunakan metode khuruj yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh selama ini adalah dakwah yang benar-benar nyata dengan terjun langsung ke masyarakat sekitar dan berdakwah secara tatap muka, hal ini akan lebih efektif untuk dilakukan, dikarekan jamaah akan mengetahui langsung kondisi masyarakat. Dengan adanya Jamaah Tabligh masyarakat semakin gemar melakukan amal ibadah, shalat berjamaah di mesjid/musholla. Walaupun ada beberapa masyarakat yang belum kenal langsung dengan Jamaah Tabligh ini dan timbul beberapa pendapat negatif dari mereka. Program dakwah Jamaah Tabligh sangat dibutuhkan di era sekarang ini karena pada dasarnya apa yang mereka ajarkan tentu saja untuk kebaikan yang lama kelamaan akan membawa kita dalam pengetahuan islam yang baik.

KeywordsGerakan Dakwah, Interaksi Sosial, Prosesi
Citation Key3517
You are here