Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kemitraan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Desa Karangsalam Kabupaten Banyumas

JudulKemitraan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Desa Karangsalam Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsPratama, Galang Putra
Call NumberANE.805
Other NumbersF1B009029
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2015
Date Published02/2015
Abstract

Hutan di Indonesia memiliki kompleksitas dengan segala permasalahannya, mulai
dari penjarahan hutan, Illegal Logging,sebagai tempat berkumpulnya bermacam ekosistem, hingga permasalahan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Melihat hal tersebut pemerintah tidak dapat tinggal diam melalui Perum Perhutani, pemerintah berusaha mengatasi permasalahan tersebut lewat program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat yang selanjutnya disebut PHBM bertujuan untuk mengelola hutan bersama dengan mengajak masyarakat dan pihak lain/ stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam mengelola dan menjaga hutan. Tentunya pola kemitraan merupakan salah satu landasan yang baik untuk mengabungkan beberapa pihak dalam satu tujuan bersama guna menjaga kelestarian hutan Indonesia. Sehingga dibutuhkan hubungan yang baik dan saling bersinergi antara satu pihak dengan pihak lain yang saling menguntungkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan secara mendalam engenai pola kemitraan yang terjalin antara pihak Perhutani BKPH Gunung Slamet Barat, pihak swasta, dan masyarakat LMDH Wana Lestari dalam mengelola sumberdaya hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di Desa Karangsalam. Konsep yang
digunakan diadopsi dari model kemitraan Syahrir dengan metode kualitatif dan analisa
interaktif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan untuk analisis data digunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa Karangsalam belum memahami dengan baik mengenai adanya kerjasama yang muncul antara BAF, Perhutani, dan LMDH Wana Lestari sendiri, hal ini dikarenakan pendidikan masyarakat yang rendah menjadi salah satu penyebab utamanya. Selain itu juga kesibukan masyarakat yang sebagian besar petani, membuat kurangnya tingkat partisipasi dalam penyadapan getah kopal. Namun
secara keseluruhan program PHBM di Desa Karangsalam sudah berjalan lancar. Manfaat
yang didapat oleh Perhutani adalah hutan menjadi aman, lestari, tidak adanya penebangan
liar, dan ekosistem terjaga. Manfaat bagi BAF yakni BAF mendapatkan lahan sewa dari
Perhutani, dan mendapatkan pengakuan dari segi keamanan dan kebutuhan tenaga kerja dari Desa Karangsalam. Sedangkan yang didapat dari LMDH Wana Lestari sendiri adalah adanya peningkatan kesejahteraan bagi sebagian masyarakat Desa Karangsalam lewat penyerapan tenaga kerja saat berdirinya BAF di Desa Karangsalam.

Keywordskemitraan, LMDH, Perhutani, PHBM
Citation Key2069
You are here