Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kehidupan Buruh Bongkar Muat di Kelurahan Semampir Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara

JudulKehidupan Buruh Bongkar Muat di Kelurahan Semampir Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWidyastuti, Neni Mulyani
Call NumberSOS.771
Other NumbersF1A011040
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published03/2016
Abstract

Buruh bongkar muat merupakan salah satu contoh pekerja di sektor
informal. Buruh bongkar muat bekerja dan mempertahankan posisinya, mereka
menjalin interaksi sosial antar sesama buruh bongkar muat. Umumnya orang yang
bekerja sebagai buruh bongkar muat adalah masyarakat Kelurahan Semampir
dengan usia yang bervariatif, menjadi buruh tidak memerlukan keahlian khusus
dan persyaratan bidang akademik sebab yang diutamakan adalah kekuatan fisik
dan komitmen untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
profil kehidupan buruh bongkar muat di Kelurahan Semampir serta
mendeskripsikan interaksi sosial yang terjalin antar sesama buruh bongkar muat di
Kelurahan Semampir.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Semampir, Kecamatan
Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian
adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sasaran penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Adapun teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara mendalam dan
juga melalui observasi. Validitas data pada penelitian ini diperkuat dengan
triangulasi data. Proses analisis data menggunakan konsep analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sulitnya mencari lapangan
pekerjaan yang ada menjadikan sebagian masyarakat Kelurahan Semampir
menjadi buruh bongkar muat, pendidikan yang rendah pun tidak luput dari
mereka, sehingga menjadi buruh bongkar muat merupakan langkah yang tepat
bagi sebagian masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan dan berpendidikan
rendah. Oleh karena itu, buruh bongkar muat saling menyadari pekerjaannya
sebagai buruh bongkar muat selanjutnya membuat mereka saling mengenal dan
menghargai satu sama lain, karena tidak akan mungkin terbentuk hubungan yang
akrab dengan sesama buruh bongkar muat apabila pihak yang bersangkutan tidak
saling mengenal satu sama lain. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya interaksi
sosial yang dilakukan oleh sesama buruh bongkar muat. Interaksi sosial antara
buruh bongkar muat terjadi baik di Depo maupun di luar Depo atau dalam
kehiduapan sehari-hari. Intensitas lamanya waktu bekerja maka mereka pun pada
akhirnya saling mengenal satu sama lain sehingga hubungan yang terjalin diantara
mereka bersifat positif yaitu interaksi yang mengarah ke bentuk kerjasama.
Simpulan dari penelitian ini adalah perlu diadakan kegiatan-kegiatan yang
lebih berguna berupa pelatihan dan keterampilan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja,
dan Transmigrasi untuk meningkatkan kemampuan sehingga dalam jangka
panjang dapat meningkatkan taraf hidup buruh bongkar muat. Setiap buruh
bongkar muat harus lebih terbuka satu sama lain untuk meminimalisir terjadinya
konflik dan kecemburuan sosial diantara buruh bongkar muat, saling menghormati
dan sebisa mungkin tetap menjaga hubungan baik.

Keywords-
Citation Key2617
You are here