Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

IMPLEMENTASI PROGRAM SANITASI PERKOTAAN BERBASIS MASYARAKAT (SPBM) DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES

JudulIMPLEMENTASI PROGRAM SANITASI PERKOTAAN BERBASIS MASYARAKAT (SPBM) DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsNUGRAHA, MUHAMMAD DIPA
Call NumberMAP.027
Other NumbersP2FB12001
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published05/2017
Abstract

Bidang sanitasi dan hygiene seringkali menjadi isu pinggiran yang tidak memperoleh prioritas dalam pembangunan, kenyataannya masih banyak pemerintah kabupaten atau kota yang belum atau kurang mampu mengurus dan memecahkan masalah tersebut. Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) menjadi salah satu solusi dalam rangka mengatasi masalah sanitasi.
Penelitian ini dilakukan di dua desa di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, yaitu Desa Bumiayu dan Desa Pruwatan sebagai penerima program SPBM. Model implementasi yang digunakan menggunakan model interaktif menurut Grindle dengan mengambil variabel tipe manfaat, pelaksana program, sumber daya yang terkait, kepatuhan dan daya tanggap dan dampak pada masyarakat, kelompok, dan individu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara tipe manfaat, pelaksana program, sumber daya yang terkait, kepatuhan dan daya tanggap baik secara parsial maupun simultan terhadap dampak pada masyarakat, kelompok, dan individu pada program SPBM di kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan bersifat analisis kuantitatif, data yang diperoleh berdasarkan jawaban kuesioner dan dianalisis dengan statistik korelasi Kendall Tau-c, koefisien Konkordansi Kendall W dan regresi ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe manfaat, pelaksana program, sumber daya yang terkait, kepatuhan dan daya tanggap secara parsial maupun simultan berpengaruh secara signifikan dengan arah positif terhadap dampak pada masyarakat, kelompok, dan individu. Variabel tipe manfaat memiliki pengaruh yang paling besar terhadap dampak pada masyarakat, kelompok, dan individu, sedangkan variabel kepatuhan dan daya tanggap memiliki pengaruh yang paling kecil.
Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut, untuk variabel tipe manfaat perlu ditingkatan dengan cara pemetaan lokasi program SPBM harus dilakukan secara akurat, agar lokasi yang mendapatkan program memang benar-benar membutuhkan penanganan masalah sanitasi. Sedangkan untuk variabel kepatuhan dan daya tanggap, perlu adanya diskresi antara respon terhadap masyarakat dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh program.

KeywordsDampak pada Masyarakat, Kelompok, Kepatuhan dan Daya Tanggap, Pelaksana Program, Sumber Daya yang Terkait, Tipe Manfaat, dan Individu
Citation Key3118
You are here