Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional pada badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Banjarnegara.

JudulImplementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional pada badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Banjarnegara.
Publication TypeThesis
Year of Publication2017
AuthorsWulandari, Puspita Dewi
Academic DepartmentMaster Ilmu Administrasi Negara
DegreeM.A.P
Date Published06/2017
UniversityJenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeThesis
Call NumberMAP.015
Other NumbersP2FB14024
KeywordsJaminan Kesehatan Nasional, implementasi
Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Kabupaten Banjarnegara”. Program jaminan kesehatan nasional merupakan program jaminan kesehatan yang diterapkan mulai tanggal 1 April 2014 melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten yang jumlah peserta program jaminan kesehatan nasional masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program jaminan kesehatan nasional di Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah Model Analisis Interaktif Miles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan kajian implementasi dengan mengadaptasi teori Smith (1973) yaitu idealized policy, kelompok sasaran, organisasi pelaksana, dan environmental factor. Pada aspek idealized policy diukur dengan fit model Korten (1980) dimana idealized policy pada program ini belum dapat tercapai dan terrdapat beberapa kendala yang dihadapi, sebagai berikut: 1) Pada kesesuaian program dengan kebutuhan kelompok sasaran ada kendala dalam pembiayaan penyakit kronis pada rumah sakit dengan sistem paket INA CBGs (Indonesian Case Based Groups), 2). Pada kesesuaian syarat program dari organisasi pelaksana dengan kelompok sasaran, terkendala kurangnya pemahaman kelompok sasaran terhadap aturan rujukan berjenjang. 3) Pada kesesuaian program dengan kemampuan organsasi terkendala kurangnya jumlah sumber daya manusia. Aspek Kelompok Sasaran menunjukan karaketristik kelompok sasaran bersifat adil karena pelayanan yang akan diterima oleh peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan iuran premi yang dibayarkan per bulannya dan adanya pengalaman kebijakan sebelumnya memudahkan kelompok sasaran dalam melaksanaan program. Pada aspek organisasi pelaksana menunjukan bahwa jumlah sumber daya manusia masih kurang, pemanfaatan anggaran kurang efisien, serta sosialisasi program masih kurang, namun koordinasi antar organisasi pelaksana sudah berjalan baik. Pada aspek environmental factor dapat dilihat bahwa kondisi geografis dan aspek ekonomi berperan penting dalam pelaksanaan program. Implikasi yang dapat disampaikan yaitu perbaikan sistem pembiayaan INA CBGs pada rumah sakit, perlu perbaikan sistem anggaran agar lebih efisien, perlu upaya penambahan jumlah sumber daya manusia pada organisasi pelaksana, peningkatan sosialisasi yang lebih rutin.

You are here