Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Hubungan Budaya dan Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi Guru Mengajar (Studi pada Yayasan Santo Dominikus Kantor Cabang Purwokerto

JudulHubungan Budaya dan Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi Guru Mengajar (Studi pada Yayasan Santo Dominikus Kantor Cabang Purwokerto
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsViciarmianti, Kerfesta
Call NumberKOM.467
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2012
Date Published12/2012
Abstract

Penelitian ini untuk menganalisa hubungan Budaya Organisasi dan Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi guru dalam mengajar di Yayasan Santo Dominikus Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Budaya Organisasi dan Komunikasi Organisasi sebagai variabel dependen dan Motivasi sebagai variabel independen. Penelitian ini diuji melalui 62 responden yang diambil melalui metode simple random sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu ada atau tidaknya hubungan antar variabel.
Penelitian menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hubungan antara Budaya Organisasi terhadap Motivasi menghasilkan hubungan yang lemah yaitu 0,086, hubungan antara Komunikasi Organisasi terhadap motivasi juga memiliki hubungan yang lemah yaitu sebesar 0,182. Hubungan Budaya, Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi hanya memiliki hubungan yang lemah yaitu 0,05782 serta dengan pengujian F table dengan hasil F hitung 0,0083 < 3,17 yang dihasilkan dari F tabel, maka hasilnya adalah tidak signifikan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi budaya organisasi dan komunikasi organisasi dengan motivasi, ditolak Hasil korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah untuk semua antar variabel dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Budaya Organisasi dengan Motivasi, Komunikasi Organisasi dengan Motivasi maupun Budaya Organisasi, Komunikasi Organisasi dengan Motivasi guru dalam mengajar.Kesimpulannya dalam Yayasan Santo Dominikus Purwokerto dikatakan bahwa Motivasi guru mengajar tidak dihubungani oleh indikator-indikator yang terjalin dalam budaya organisasi dan komunikasi organisasi. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan untuk menunjang motivasi mengajar ternyata belum mampu memberikan stimulasi motivasi yang besar bagi guru. Motivasi Intrinsik yang didasarkan pada kemauan berkembang secara pribadi, lebih menghasilkan dorongan yang bersifat tahan lama dalam proses guru mengajar. Hasil penelitian ini mampu menjadi masukan bagi managemen dalam sekolah untuk mengerti kebutuhan guru dalam membangun komunikasi yang efektif.

KeywordsBudaya Organisasi, dan Motivasi, Komunikasi Organisasi
Citation Key1152
You are here