Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Gerakan Sosial dan Politik Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia untuk Mendapatkan Pengakuan Kewarganegaraan melalui Penghapusan SBKRI tahun 2002-2005 di Banyumas

JudulGerakan Sosial dan Politik Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia untuk Mendapatkan Pengakuan Kewarganegaraan melalui Penghapusan SBKRI tahun 2002-2005 di Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsMuktamar, Amirul
Call NumberPOL.531
Other NumbersF1D013010
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2018
Date Published06/2018
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan proses Gerakan Sosial dan Politik Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dalam Penghapusan SBKRI Pasca Reformasi di Banyumas 2) memahami dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Gerakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa dalam Penghapusan SBKRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Gerakan Sosial dan Politik Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, dilakukan melalui beberapa tahap proses gerakan sosial seperti struktur kesempatan politik gerakan, struktur mobilisasi gerakan, proses framing gerakan, dan capaian gerakan yang masingmasing dijelaskan dalam sub bahasan dalam penelitian ini. Jadi inti dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses gerakan tersebut. Pada penelitian ini juga dijelaskan beberapa faktor pendukung dan penghambat gerakan PSMTI Banyumas dalam penghapusan SBKRI. Faktor pendukung diantaranya adalah: 1) Struktur sosial yang mendukung gerakan, seperti keterbukaan pemerintah Banyumas, budaya masyarakat Banyumas dan juga keinginan warga Tionghoa dan kondisi internal PSMTI Banyumas yang baik serta didukung dengan PSMTI pusat. 2) Upaya dari tokoh Tionghoa dalam membela warga Tionghoa yang mendapatkan kesulitan karena SBKRI. 3) Keyakinan umum dalam persamaan persepsi terkait SBKRI 4) Mobilisasi untuk bertindak, di mana Warga Tionghoa langsung melaporkan jika ada permasalahan dan pihak PMSTI melakukan advokasi. 5) Kontrol sosial, monitoring terkait permasalahan pelampiran SBKRI dan sosialisasi tidak berlakunya SBKRI secara masif yang dilakukan PSMTI. Faktor penghambat dari gerakan PSMTI Banyumas diantaranya adanya miskomunikasi antara pihak PSMTI Banyumas dan aparatur pemerintah sehingga proses advokasi memakan waktu yang cukup lama selain itu masih banyaknya warga Tionghoa yang tidak ingin mengambil pusing tentang permasalahan SBKRI dan lebih memilih untuk membayar jasa perantara pembuatan SBKRI sehingga menghambat proses tersebarnya keyakinan umum tentang penghapusan SBKRI, serta kurangnya kualitas sumberdaya manusia PSMTI Banyumas yang mengakibatkan peran dan kiprah PSMTI Banyumas kurang dikenal dan diketahui oleh masyarakat umum khususnya masyarakat Tionghoa Banyumas

KeywordsGerakan Sosial Politik, organisasi, Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia, Tionghoa
Citation Key3423
You are here