Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Gaya Hidup Priya Metroseksual (Studi Interaksionisme Simbolik tentang Pria Metroseksual di Kalangan Mahasiswa Unsoed Purwokerto)

JudulGaya Hidup Priya Metroseksual (Studi Interaksionisme Simbolik tentang Pria Metroseksual di Kalangan Mahasiswa Unsoed Purwokerto)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWicita, Nensi
Call NumberKOM.524
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2013
Date Published06/2013
Abstract

Saat ini gaya hidup metroseksual telah muncul di berbagai kalangan,
termasuk di kalangan mahasiswa Unsoed yang berada di kota Purwokerto yang
relatif kecil. Pada sosok mahasiswa metroseksual memiliki simbol-simbol gaya
hidup serta konsep ‘diri’ yang berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Oleh
karena itu, untuk mengetahui simbol-simbol serta konsep ‘diri’ yang dimiliki
mahasiswa metroseksual maka dilakukan suatu penelitian yang berjudul “Gaya
Hidup Pria Metroseksual (Studi Interaksionisme Simbolik tentang Pria
Metroseksual di Kalangan Mahasiswa UNSOED Purwokerto)”. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa metroseksual
memaknai dan menunjukkan simbol-simbol gaya hidup mereka, untuk
mengetahui peran significant others dan generelaized others dalam membentuk
konsep ‘diri’ mahasiswa metroseksual, untuk mengetahui tahapan perkembangan
‘diri’ yang dialami mahasiswa metroseksual.Metode yang digunakan dalam
menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pemilihan
informannya menggunakan purposive sampling . Pengumpulan data menggunakan
tiga teknik yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik untuk
mendapatkan validitas data menggunakan triangulasi data. Berdasarkan data yang
dihimpun selama penelitian berlangsung, dapat ditarik kesimpulan, bahwa
terdapat dua simbol gaya hidup yang melekat pada mahasiswa metroseksual yaitu
good looking dan narcissim. Konsep diri mahasiswa metroseksual merupakan
gambaran diri mereka yang terbentuk dari perseps i atau pandangan orang lain
serta pengalaman pribadi masa lalu yang telah dialami mereka, peran significant
others bagi mahasiswa metroseksual berasal dari keluarga serta tokoh yang
diidolakan, sedangkan peran generelaized others bagi mahasiswa metroseksual
berasal dari cara pandang mahasiswa metroseksual terhadap keseluruhan
pandangan orang lain terhadap dirinya. Perilaku mahasiswa metroseksual yang
selalu peduli terhadap penampilan merupakan perwujudan diri mereka untuk
menemukan kepuasan tersendiri di dalam dirinya yang kemudian berpengaruh
terhadap kepercayaan diri mereka ketika berinteraksi dengan lingkungan
sosialnya. ‘Diri’ mahasiswa metroseksual terbentuk melalui empat tahapan
pekembangan diri, yaitu tahap persiapan yang muncul pada masa kanak-kanak,
peran significant others pada tahap permainan, generelaized others pada tahap
pertandingan, dan selanjutnya muncul reference group dimana ‘diri’ adalah satu
orang dalam semua situasi yang ditemuinya.

KeywordsGaya Hidup Metroseksual, interaksionisme simbolik, Mahasiswa
Citation Key1132
You are here