Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

FUNGSI MACAPATAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI TRADISIONAL DI DESA SOMAKATON KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS

JudulFUNGSI MACAPATAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI TRADISIONAL DI DESA SOMAKATON KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsMAHARDHIKA, TOPAN
Call NumberKOM.587
Other NumbersF1C007044
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication20141
Date Published07/2014
Abstract

Kegiatan macapatan yang sampai sekarang ini masih “hidup” dalam masyarakat Jawa, merupakan salah satu indikasi bahwa macapatan tetap menjadi kebutuhan anggota masyarakat. Keberadaan macapatan merupakan media komunikasi bagi masyarakat pendukungnya agar dapat saling berinteraksi dan menambah wawasan mengenai kebudayaan Jawa, sehingga dapat dikatakan bahwa macapatan termasuk di dalam suatu ritual sosial yang pada dasarnya berfungsi untuk memelihara keutuhan suatu komunikasi dan merupakan suatu
bentuk ekspresi budaya. Pada Era Globalisasi informasi seperti sekarang ini, kegiatan macapatan tetap memiliki fungsi-fungsi yang tidak dapat digantikan oleh keberadaan media massa baik cetak, elektronik, maupun teknologi informasi lainnya. Penelitian ini mencoba melihat Bagaimana fungsi macapatan sebagai media komunikasi tradisional bagi masyarakat Banyumas, khususnya di Desa Somakaton Kecamatan Somagede Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi macapatan sebagai media komunikasi tradisional bagi masyarakat Banyumas, khususnya di Desa Somakaton Kecamatan Somagede
Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah anggota paguyuban macapatan, yang terdiri dari dua paguyuban yaitu Paguyuban Macapatan Pusporinonce yang memiliki anggota sebanyak 10 orang dan Paguyuban Macapatan Baitussallam yang memiliki anggota sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi.
Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan informan utama dan informan pendukung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa keberadaan tembang-tembang macapat dengan tradisi macapatannya merupakan suatu bentuk kesenian tradisional yang sudah lama hidup dan berkembang di dalam komunitas masyarakat Jawa. Keberadaan pagelaran macapatan sebagai salah satu unsure kebudayaan Jawa dan media komunikasi di kalangan masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari manfaatnya di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Adapun fungsi pagelaran macapatan sebagai sebuah media komunikasi tradisional meliputi, pagelaran macapatan sebagai media pendidikan, pagelaran macapatan sebagai media penerangan, pagelaran macapatan sebagai media hiburan, pagelaran macapatan sebagai media sosial dan pagelaran macapatan sebagai media sosialisasi

Macapatan activities appear in the Java community until now, this is an indication that macapatan remains a need for members of society. The existence of macapatan as medium of communication for community supporters to interact with each other and expression Javanese culture so it can be said that macapatan included in a social ritual that basically serves to maintain the integrity of acommunication and cultural expression. In globalization era of information today, macapatan is still an activity that cannot be replaced by the presence of mass medium print, electronic, or other information technology. This study tried to see how macapatan work as traditional communication for Banyumas people. , especially in Somagede Village, Somakaton, Banyumas. The purpose of this study is to determine the function of macapatan as traditional communications medium for Banyumas society and Somagede Village, Somakaton, Banyumas particularly. The method that uses in this research is descriptive qualitative method. The object of this study are the members of the association macapatan, which consists of two associations there are the Association Macapatan Pusporinonce which has 10 members and the Society Macapatan Baitussallam which has 20 members. Data collection techniques that use are in-depth interviews, documentation and
observation. This study used purposive sampling to select informants. In this study, the writer will use the key informants and informant supporters. Data analysis method that use is descriptive qualitative analysis with interactive models. According to the research conclude that macapatan is a traditional art that has long lived and grown in the Java community. The existence macapatan performances as one of the elements of Javanese culture and communication among the Java community can’t be separated from society needs. macapatan
have a function as a traditional communication medium includes, macapatan as medium of education, macapatan as medium of lighting, macapatan as medium of entertainment, macapatan as social medium and performances macapatan as a medium of socialization.

Keyword : Macapatan, Traditional communication, Medium of
communication

KeywordsKomunikasi Tradisional, Macapatan, Media Komunikasi
Citation Key1738
You are here