Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Tahun 2013 di Kecamatan Purwokerto Utara

JudulFaktor yang Mempengaruhi Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Tahun 2013 di Kecamatan Purwokerto Utara
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsUtami, Selena Bayan
Call NumberSOS.809
Other NumbersF1A012029
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published09/2016
Abstract

Pemilih pemula memiliki persentase jumlah yang lebih sedikit apabila dibanding dengan jumlah pemilih lain. Kondisi ini merupakan sebuah penggambaran bagaimana partisipasi mereka ke depan. Penelitian ini dilakukan terhadap pemilih pemula di Kecamatan Purwokerto Utara. Tujuan penelitian ini yakni untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam Pemilukada Kabupaten Banyumas tahun 2013 di Kecamatan Purwokerto Utara dan bentuk-bentuk partisipasi politiknya.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sasarannya adalah pemilih pemula yang berusia 17-21 tahun pada tahun 2013 yang baru pertama kali memilih. Jumlah responden sejumlah 94 orang. Data penelitian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan korelasi tau kendall untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diuji.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi (X1) para pemilih pemula di Kecamatan Purwokerto Utara merupakan faktor yang memberikan perbedaan pada partisipasi (Y) di Pemilukada Banyumas tahun 2013. Selain itu, tingkat pengetahuan politik (X2) juga bepengaruh pada tingkat partisipasi politik pemilih pemula di sana. Kedua faktor tersebut memberikan perbedaan yang siginfikan terhadap tingkat partisipasi politik pemilih pemula di Pemilukada Banyumas 2013. Sementara itu, bentuk partisipasi politik terbanyak dalam pelaksanaan Pemilukada Banyumas tahun 2013 di Kecamatan Purwokerto Utara adalah memilih calon pasangan bupati, diikuti dengan menjadi tim pemenang calon, mengikuti kampanye, menjadi anggota partai politik, dan terakhir memberikan sumbangan berupa tenaga, materi, atau ide.
Implikasi penelitian adalah semestinya para pemilih pemula mampu untuk memberikan dampak lebih besar dalam pelaksanaan partisipasi politik, tidak hanya memberikan hak suara saja. Hal ini sangat fundamental karena dengan regenerasi dan partisipasi pemilih pemula dalam politik khususnya dalam Pemilukada, dibutuhkan muda-mudi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memimpin daerahnya. Selain itu, partai politik semestinya memberikan ruang lebih dalam bentuk pendidikan, kebebasan dan kesempatan bagi para anak muda untuk belajar dan berkembang dalam berpolitik dan berdemokrasi, sehingga nantinya akan muncul tokoh-tokoh politik baru di Indonesia.

KeywordsPemilih pemula
Citation Key2842
You are here