Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Evaluasi Keberhasilan Program Kredit Usaha Rakyat (Kur) Jenis Mikro Di Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas

JudulEvaluasi Keberhasilan Program Kredit Usaha Rakyat (Kur) Jenis Mikro Di Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsAliyah, Jannatin
Call NumberANE.1034
Other NumbersF1B010027
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2017
Date Published10/2017
Abstract

KUR merupakan pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKM-K) dalam bentuk pemberian modal kerja yang didukung oleh fasilitas penjaminan untuk usaha produktif yang bertujuan untuk mempermudah sektor UMKM mendapatkan pinjaman modal usaha. Program KUR diresmikan pada tahun 2007, namun di beberapa wilayah masih ada masalah terkait program ini, misalnya masih adanya masyarakat yang belum mengetahui KUR, belum adanya pemahaman yang seragam terhadap biaya KUR, baik oleh para petugas bank di lapangan maupun masyarakat, sehingga masih ada beberapa
penyimpangan dan persepsi yang keliru tentang KUR (misalnya: tentang ketentuan agunan (jaminan), persyaratan administrasi, sumber dana KUR), sering terjadinya kredit macet, dsb. Oleh karenanya perlu diadakan penelitian untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Purwokerto Barat dengan sasaran sebanyak 100 orang responden, terdiri dari 89 responden dari Usaha Mikro, 8 dari Usaha Kecil, dan 3 dari Usaha Menengah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Variabel yang digunakan yaitu Evaluasi keberhasilan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) jenis mikro dengan melihat enam indikator, yaitu: efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Pengujian validitas data menggunakan korelasi Product Moment, dan reliabilitas data menggunakan teknik Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih belum berhasil dilihat dari indikator-indikator yang termasuk dalam kategori kurang (indikator efektivitas, efisiensi), serta termasuk dalam kategori cukup (indikator kecukupan, ketepatan, dan perataan), hanya indicator responsivitas yang termasuk dalam kategori baik,. Implikasi yang dapat disampaikan yaitu pelaksana Program KUR perlu mengadakan pengawasan terhadap dana KUR yang sudah diberikan kepada para penerima KUR agar tindakan penyalahgunaan dapat diminimalisir dan tujuan KUR dapat dicapai lebih optimal lagi serta agar tidak terjadinya keterlambatan pengembalian KUR yang disebabkan oleh tidak ingatnya debitur KUR, sebaiknya pihak bank pelaksana berusaha mengingatkan kepada para debitur KUR pada hari jatuhnya tempo pengembalian yang telah disepakati melalui telepon maupun sms.

Kata Kunci: Keberhasilan program, program KUR, efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, ketepatan.

SUMMARY
KUR (Kredit Usaha Rakyat/People Bussiness Credit) is a financing program for Micro, Small, Medium Enterprises and Cooperatives (UMKM-K) in the form of working capital supported with pledge for productive business that aimed to facilitate UMKM sectors to get a capital loan. KUR program was instituted in 2007, but in some areas there are still some drawbacks related to this program, for example, there are still people who do not aware about this program, there is no mutual understanding of KUR fees neither by related Bank officers nor the public/citizen as well, so there are still some problems and misperceptions about KUR (for example: about collateral provisions, administrative requirements, or KUR funds), frequent bad loans, etc. Therefore it is necessary to conduct research to find out the successfulness of the People Business Credit (KUR) Program in West Purwokerto District of Banyumas Regency. This research was conducted in West Purwokerto District with the target of 100 respondents, which consist of 89 Micro, 8 Small, and 3 Medium Enterprises. The research was conducted using descriptive quantitative method with survey approach. Variable used is Evaluation of success of Business Credit Program (KUR) for Micro bussiness with six indicators, namely: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. The sampling technique was using multistage random sampling technique. Methods of data collection was using questionnaires, observation, and documentation. Data validity was examined using Product Moment correlation, and data reliability was examined by Alpha Croanbach technique. Data then analyzed with frequency distribution and data interpretation. The results showed that KUR has yet to be called successful, seen from several indicators that fell into low category of successfulness (efficiency, and effectiveness), some fell into average category (adequacy, accuracy, and equity). Responsiveness is the only indicator which could be called as successful. Implication that could be delivered are: KUR program implementers need to supervise KUR funds that have been given to the recipients of KUR so abuse actions of the funds could be minimized and the objectives of KUR would able to
be achieved more optimally. In order to omit the delay of KUR reimbursement, the executing bank need to make attempts reminding the debitors of KUR on the due date of the reimbursement period agreed upon by telephone or text messaging.

Keywords: Program successfulness, KUR program, effectiveness, efficiency,
adequacy, equity, responsiveness, accuracy.

Keywordsefektivitas, efisiensi, keberhasilan program, kecukupan, ketepatan., perataan, program KUR, responsivitas
Citation Key3227
You are here