Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Eksistensi Warung Tradisional Di Tengah Perkembangan Minimarket Di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis

JudulEksistensi Warung Tradisional Di Tengah Perkembangan Minimarket Di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsFitriani
Call NumberSOS.775
Other NumbersF1A011001
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published03/2016
Abstract

Warung tradisional merupakan tempat jual beli kebutuhan sehari-hari,
seperti makanan, minuman, peralatan mandi dll. Biasanya ada di sekitar
tempat tinggal kita atau ada di depan rumah.Tempatnya yang kebanyakan
masih sederhana, yang sering terlihat di pinggir jalan atau di pemukiman
penduduk. Namun seiiring berkembangnya zaman ada toko modern atau
biasa disebut dengan minimarket, seperti Alfamart dan Indomart.
Keberadaan minimarket setidaknya telah berpengaruh terhadap usaha
warung tradisional, hal ini karena minimarket hampir sama menjual
komoditi yang ada di warung. Hadirnya minimarket juga telah mengubah
pendapatan atau omzet dari warung tradisional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan warung
tradisional dan strategi warung tradisional dalam menghadapi minimarket
yang ada di Kecamatan Cijeungjing. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sasaran utama dalam
penelitian ini adalah pedagang warung tradisional yang ada di Kecamatan
Cijeungjing serta sasaran pendukungnya adalah pembeli di warung
tradisional. Adapun teknik dalam penelitian sampel yaitu purposive
sampling dengan jumlah informan sebanyak sebelas orang. Penelitian ini
menggunakan model analisis interaktif sebagai metode analisis data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pedagang
warung tradisional di Kecamatan Cijeungjing mengeluh dan merasa
dirugikan serta dilihat dari menurunnya pendapatan atau omzet dari usaha
warung tradisional dengan hadirnya minimarket. Meskipun ada diantara
mereka yang menganggap biasa karena itu merupakan sebuah persaingan.
Demi mempertahankan usaha warung tradisional, para pedagang
menerapkan berbagai strategi atau cara, diantaranya yaitu personal untuk
menarik konsumen, jujur dan ramah, barang dagangan harus komplit serta
memberikan hadiah pada hari raya lebaran. Implikasinya adalah perlu
diciptakan kondisi yang tidak merugikan salah satu pihak, disini adalah
minimarket yang keberadaanya perlu di perhitungkan dan pengaturan jam
kerja yang ada di minimarket. Peran Pemerintah juga terkait dengan
semakin maraknya minimarket yang seharusnya ada pembatasan atau tidak
banyak yang masuk sampai ke desa-desa kecil karena akan merugikan
warung tradisional.

Keywords-
Citation Key2621
You are here