Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Analis Tentang Netralitas Birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Banyumas Tahun 2013

JudulAnalis Tentang Netralitas Birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Banyumas Tahun 2013
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsR, Fandhi Achmad
Call NumberPOL.380
Other NumbersF1D010046
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto, Jawa Tengah Indonesia
Year of Publication2015
Date Published06/2015
Publication LanguageIndonesian
Abstract

Pemilihan umum saat ini telah menjadi sarana demokrasi yang telah digunakan diberbagai negara termasuk Negara Republik Indonesia. Sistem pemilihan kepala daerah diIndonesia telah mengalami perkembangan signifikan semenjak bergulirnya era reformasi ditahun 1998. Pilkada Banyumas dilaksanakan pada tanggal 17 Febuari 2013 dan terdapat enam pasang calon kepala daerah. Pilkada Kabupaten Banyumas tahun 2013 juga melibatkan dua pasangan incumbent yang masing-masing mencalonkan diri kembali dengan pasangan yang berbeda pula. Hal ini memiliki potensi menghadirkan politik praktis aparat birokrasi yang mana taruhannya adalah netralitas birokrasi Penelitian ini berjudul “Analisis Tentang Netralitas Birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Langsung Kabupaten Banyumas Tahun 2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis netralitas birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Banyumas tahun 2013 dan untuk mengetahui serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi netralitas birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Banyumas tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus.
Dalam penelitian ini penulis memperoleh data melalui beberapa teknik pengumpulan data,
antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Netralitas Birokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Langsung Kabupaten Banyumas Tahun 2013 itu rawan dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan incumbent sehingga dalam prakteknya birokrasi menjadi tidak netral dan cenderung mendukung incumbent. Hal ini dikarenakan masingmasing incumbent, baik itu Bupati maupun Wakil Bupati mencalonkan kembali untuk menjadi Bupati dengan pasangan calon wakil bupati yang berbeda pula. Hal ini membuat birokrasi menjadi tidak netral dan mendukung salah satu calon incumbent. Banyak faktorfaktor yang mempengaruhi birokrasi dan mendorong birokrasi tidak netral. Faktor-faktor pendorong utama yang menyebabkan birokrasi tidak netral antara lain : Faktor Hubungan Emosional, Faktor Jabatan, dan Faktor lain seperti Rasa Khawatir.
Pada prakteknya birokrasi itu tidak netral dan cenderung mendukung incumbent.Meskipun dalam hal ini keberpihakan birokrasi kepada incumbent tidak dilakukan secara terbuka, namun cenderung dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengawasan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maupun pengawasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, guna menghindari pengawasan dari Panwaslu maupun KPU, birokrasi menggunakan pola-pola tertentu untuk menyamarkan dukungannya kepada incumbent, antara lain : memberi bantuan lewat program-program kerja;menggerakkan apparatur birokrasi; menggunakan media pemberitaan acara humas Pemkab;dan penyalahgunaan wewenang dalam proses peresmian proyek.

KeywordsNetralitas Birokrasi, Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Umum
Type of WorkUndergraduate Thesis
Citation Key2264
You are here