Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

“Saat Mengemis Menjadi Pilihan” (Study Potret Kehidupan Pengemis yang berada di Kecamatan Purwokerto Timur)

Judul“Saat Mengemis Menjadi Pilihan” (Study Potret Kehidupan Pengemis yang berada di Kecamatan Purwokerto Timur)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsSYAKUR, MOH ABDUL MUGHNIS
Call NumberSOS.588
Other NumbersF1A009080
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2013
Date Published09/2013
Abstract

Penelitian ini berjudul Saat Mengemis Menjadi Pilihan (Study Potret Kehidupan Pengemis yang berada di Kecamatan Purwokerto Timur). Latar belakang dilakukanya penelitian ini dikarenakan semakin meningkatnya jumlah pengemis di Kabupaten Banyumas terutama di daerah perkotaan PurwokertoTimur, mengingat daya tarik kota yang semakin kuat bagi orang-orang desa dan semakin susahnya mencari lapangan pekerjaan di desa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang orang memilih menjadi pengemis dan untuk menggambarkan potret kehidupan para pengemis di kawasan Purwokerto Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling, dan snowball sampling dimana dari masing-masing teknik tersebut secara berurutan didapatkan sasaran penelitian, yaitu aparat satuan polisi pamong praja, pengemis yang menjadi key informant, pengemis lain hingga tukang parkir dan tukang becak terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Proses validitas data dengan teknik pemeriksaan, membandingkan data hasil observasi, membandingkan apa yang dikatakan orang dengan hasil wawancara
Hasil penelitian ini menunjukan keberagaman latar belakang memilih menjadi pengemis seperti tuntutan ekonomi, yang tidak hanya sebatas kebutuhan pokok saja, kemudian keterbatasan keahlian, selain itu juga yang paling mendasarya itu adanya pemaknaan yang di dalamnya terdapat nilai yang dihayati dari pekerjaan mengemis itu sendiri, seperti mengemis halal, mengemis mudah dilakukan dan tentu memberi hasil yang cukup, dengan alasan tersebutlah mengemis kemudian dipilih sebagai pekerjaan alternatif dan pekerjaan yang begitu bermakna bagi para pelakunya, baik dia yang berlatar belakang orang mampu atau tidak mampu baik secara fisik maupun materi. Meski dalam hal ini halal menurut pengemis tidak bisa disamakan dengan padangan masyarakat pada umumnya, yang lebih menilai mengemis sangat bertentangan dengan norma, karena semua itu disebabkan oleh malas. Latar belakang tersebut juga dapat digambarkan melalui potret kehidupanya, dari kedatangan ke kota dan kembalinya pengemis di daerah asalnya, hingga perilaku konsumsinya atau penggunaan hasil mengemis, juga sampai gambaran keadaan fatalistiknya.
Menjadi seorang pengemis kini tidak hanya disebabkan oleh factor ekonomi, keahlian, maupun fisik, dan sebagainya, namun ada hal yang lebih mendasar yakni nilai yang dihayati tentang pekerjaan mengemis. Sehingga mengemis itu bermakna bagi para pelakunya. Dan pekerjaan mengemis kini tidak bias jika hanya sekedar dilihat ini kaya atau miskin, mampu atau tidak mampu. Dalam penagananya perlu adanya kerjasama yang sungguh sungguh antara pemerintah dengan masyarakat.

KeywordsKebutuhan, Pemaknaan dan Fatalistik
Citation Key1305
You are here