Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

“Njangan Gandhul” (Fenomena Tradisi Njangan Gandhul Pada Masyarakat Desa Melung Dalam Menghadapi Aktivitas Gunung Slamet)

Judul“Njangan Gandhul” (Fenomena Tradisi Njangan Gandhul Pada Masyarakat Desa Melung Dalam Menghadapi Aktivitas Gunung Slamet)
Publication TypeStudent Thesis
AuthorsWulan, Dhelima Retno
Call NumberSOS.770
Other NumbersF1A011066
PublisherUniversitas Jenderal Soedirman
Place PublishedPurwokerto
Year of Publication2016
Date Published03/2016
Abstract

Terdapat berbagai macam tentang kebudayaan di Kabupaten Banyumas,
khususnya Kecamatan Kedungbanteng Desa Melung. Salah satu dari sejarah
kebudayaan Indonesia yang masih ada dan dipercaya sebagai suatu hal yang berupa ide, nilai, norma dan kebiasaan turun temurun adalah tradisi njangan gandul yang merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh warga desa di kaki Gunung Slamet untuk menghadapi peningkatan aktivitas gunung. Penelitian ini berjudul “Njangan Gandhul (Fenomena Tradisi Njangan Gandhul pada Masyarakat Desa melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)”. Sebagian masyarakat disana menjalankan tradisi tersebut melalui penerimaan dari generasi ke generasi saat kegempaan Gunung Slamet meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberi penjelasan mengenai
persepsi dan pemaknaan masyarakat desa tersebut tentang fenomena tradisi njangan gandul yang ada di tengah masyarakat desa .Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif sedangkan teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian warga masyarakat tersebut
masih melaksanakan tradisi njangan gandul sebagai hal yang dipercaya untuk
mengatasi peningkatan aktivitas gunung Slamet. Akan tetapi, ada pula yang
melaksanakan tradisi tersebut hanya karena ikut-ikutan dan sekedar untuk
melestarikan tradisi yang ada. Mengenai makna njangan gandul itu sendiri juga
menurut sebagian sesepuh desa bahwasanya makna njangan gandul adalah harus berpasrah dan bergantung pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Budayawan Banyumas, Ahmad Tohari njangan gandul itu sendiri memiliki filosofi makna bahwa kita sebagai manusia hendaknya selalu bergantung dan pasrah pada Yang Maha Kuasa atas setiap yang terjadi dan harus selalu berpegang teguh pada keyakinan diri sendiri.
Saran dari penelitian ini adalah warga hendaknya menganggap tradisi tersebut
tidak semata-mata sebagai penangkal meletusnya gunung, akan tetapi lebih condong kepada hanya untuk melestarikan tradisi budaya yang ada. Selain itu, aparat desa Melung hendaknya memfasilitasi kegiatan tradisi tersebut, seperti misalnya tradisi diadakan serentak di balai desa atau lapangan desa agar lebih khidmat.

Keywords-
Citation Key2616
You are here