süperbetin süperbetin
superbetin deneme bonusu veren siteler
ankara escort escort ankara escort
1xbet Yeni Giriş Adresi 2022
1 xbet
1xbet
escort istanbul

Angkat Potensi Pengembangan Regional dalam Seminar Nasional

anadolu yakası escort bostancı escort bostancı escort bayan kadıköy escort bayan kartal escort ataşehir escort bayan ümraniye escort bayan
ataşehir escort

halkalı escort avrupa yakası escort şişli escort avcılar escort esenyurt escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort beylikdüzü escort avcılar escort esenyurt escort ataköy escort istanbul escort

güvenilir bahis siteleri

HMJAN FISIP UNSOED menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional, Kamis 8 Desember 2016 dengan Tema “Strategi Peningkatan Pelayanan Publik dan Pengembangan Potensi Daerah Melalui Kerjasama Antar Daerah”. Seminar Nasional ini menghadirkan beberapa pembicara. Pertama Dr. Soni Sumarsono, MDM (Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia). Kedua, dari kalangan akademisi yaitu Depl-Ing Benjamin Abdurahman (Direktur Eksekutif Lembaga Kerjasama Antar Daerah). Serta  kalangan praktisi dihadiri oleh Dr. Restyarto Efiawan, SE, MM (Direktur Eksekutif Barlingmascakeb).

Kegiatan ini menarik perhatian sejumlah duaratus limapuluh orang memenuhi Aula Fisip Unsoed. Dekan, para Wakil Dekan, para ketua Jurusan, Pemkab Kebumen, Pemkab Banyumas, jajaran Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, LSM serta mahasiswa. Rektor Universitas Jenderal Soedirman berkenan hasir sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional ini.
 
Rektor Unsoed sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terlebih panitia mahasiswa dapat menghadirkan Dirjen Otda sekaligus Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta Dr. Soni Sumarsono, M.DM. Selain itu kajian tentang pelayanan public dan kerjasama regional cukup tepat dengan issue terkini dalam meningkatkan pelayanan prima sekaligus mensejahterakan masyarakat.
Dr. S. Sumarsono, MDM yang menyampaikan materi pentingnya kerjasama antar daerah yang didalamnya terdapat inovasi daerah. Inovasi daerah  juga dijelaskan dalam UU No. 23 Tahun 2014. Konkretnya dalam kerjasama antar daerah dapat didefinisikan dengan pola hubungan antar daerah. Umumnya kerjasama antar daerah  untuk menghindari ketimpangan, yang kemudian dikenal dengan konsep keseimbangan. Konsep ini telah bergeser bukan lagi berdasarkan batas administrative antar daerah, tetapi berdasarkan batas fungsional antar daerah.

Beliau juga memaparkan pengalaman selama menjadi Pelaksana Tugas Gubernur. Contoh Jakarta melakukan kerjasama dengan NTT berkaitan dengan pemenuhan daging sapi.  Kerjasama antar daerah berkaitan dengan potensi yang dimiliki setiap daerah. Beliau juga mencontohkan potensi  dan peluang yang dimiliki daerah Purwokerto (Jawa Tengah) yang sebenarnya bisa melakukan kerjasama dengan daerah Jakarta berkaitan dengan pemenuhan daging sapi yang bisa dikembangkan melalui peternakan sapi yang ada di Baturraden.

Pembicara kedua yaitu Depl-Ing Benjamin Abdurahman seorang akademisi, menekankan konsep kerjasama antar daerah dimana ada 3 dimensi dalam kerjasama antar daerah, yaitu dimensi structural, bisnis dan dimensi non structural.

Sayangnya para birokrat hanya mengedepankan dimensi structural saja, tutur Benjamin. Mereka mengesampingkan dimensi yang lainnya. Dimensi non structural selalu mengesampingkan hierarkhis dan selalu mengutamakan koordinasi. Dengan dimensi non structural selalu mengutamakan komunikasi, baru kemudian dilakukan kerjasama.

Pembicara yang ketiga yaitu Dr. Restyanto Efiawan, SE, MM. selaku praktisi yang pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Barlingmascakeb. Beliau memfokuskan pada regional manajemen sebagai salah satu konsep dalam kerjasama antar daerah. Seperti manajemen regional barlingmascakeb terdiri dari bberapa kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen.

Salah satu manfaat yang didapatkan dengan adanya kerjasama antar daerah di barlingmascakeb yaitu dalam pengadaan bandara udara sebagai kemudahan akses investor di lingkungan barlingmascakeb yang dapat meningkatkan perekonomian setiap daerah.

Manfaat lain yaitu dengan kerjasama ini yaitu adanya pasar lelang yang dapat menjual produk-produk pertanian. Oleh karena itu dengan adanya pasar lelang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dalam penjualan  produknya.

Para pemerhati pembangunan regional dan mahasiswa nampak antusias dalam sessi diskusi. Diantaranya kelembagaan Barlingmascakeb yang mengalami ‘mati suri’, serta kemanfaatan kerjasama antar daerah dalam mensejahterakan masyarakatnya. Kegiatan berakhir dengan pemberian kenang-kenangan kepada para pembicara.

Ilmu Administrasi Negara Fisip Unsoed, Maju Terus Pantang Menyerah !

 

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.